AKU BUKAN PENULIS APALAGI SASTRAWAN, TAPI AKU HANYA INGIN BERCERITA

Senin, 09 Juli 2018

Mendarat di Hongkong International Airport

Hongkong dan Macau sebenarnya tidak pernah  ada dalam daftar destinasi yang sangat saya impikan. Pengennya sih ke Jepang,, namun rencana berubah ketika saya dan suami melihat ada tiket promo penerbangan ke Hongkong dengan menggunakan Malaysia Airlines yang membuat kami langsung membeli tiket. Seperti biasa, beli tiket dulu, berpikir, dan menabung kemudian,, wkwkwkwk...

Setelah beli tiket Kuala Lumpur - Hongkong baru mikir,, lha dari medannya naik apa? Perburuanpun dilanjutkan, Alhamdulillah si Low cost carrier Air Asia juga lagi mengeluarkan promonya sehingga total harga tiket KNO - KUL - HK - KUL - KNO hanya 2,1 juta per-orang.  Normalnya bisa sampai 4 jutaan per orang (dengan catatan KUL - HK nya dengan Malaysia Airlines).

Kenapa harus naik MAS, khan AA jauh lebih murah? Karena anak-anak sekarang udah pintar protes. Apalagi dengan penerbangan selama 4 jam kalau tidak ada hiburan di pesawat takutnya mereka akan bosan. Dengan MAS anak-anak bisa nonton film atau dengerin musik untuk menghilangkan kebosanan dan juga ada suply makanan tentunya.

Sesuai rencana awal, sebelum ke Hongkong kami akan stay di Kuala Lumpur selama 2 malam karena ada beberapa obyek wisata yang pengen kita datangi.  Postingan khusus Kuala Lumpur akan saya ulas tersendiri. 

Perjalanan ke Hongkong

Jadwal penerbangan kami awalnya pukul 14.00 dan perkiraan sampai di Hong Kong International Airport (HKIA) adalah pukul 17.50 dengan waktu tempuh 3 jam 50 menit dan tidak ada perbedaan waktu dengan Kuala Lumpur. Namun, pada saat check in ada pemberitahuan kalau pesawat delay kurang lebih 1,5 jam sehingga sampai di Hongkong hari udah malam.

Begitu mendarat, hal pertama yang harus dilakukan adalah menuju  ruang imigrasi.  Untuk menuju ruang imigrasi, kita turun kebawah satu lantai menggunakan eskalator lalu naik kereta (Automated People Mover) untuk berpindah ke imigrasi hall  dan  antrean panjang langsung menyambut di ruang imigrasi. Walau antrean mengular, tapi sangat tertib  dan rapi. Petugas imigrasi tidak akan mencap paspor kita, tapi akan diberikan immigration receipt berupa print out yang akan diminta kembali ketika kita meninggalkan hongkong. Jadi jangan sampai hilang yaa..

Oh,iya setiap turis yang datang ke Hongkong akan diukur suhu tubuhnya menggunakan thermometer infrared. Jadi, pastikan kondisi badan fit kalau hendak kesini supaya urusannya lancar. Langkah berikutnya adalah ke ruang pengambilan bagasi. Jangan lupa untuk untuk melihat di layar monitor, di belt nomer berapa kita harus mengambil koper kita.
Keluar ruang pengambilan bagasi, kami membeli kartu sakti yang akan dipergunakan sebagai alat pembayaran selama di Hong Kong, yaitu Octopus Card yang dapat dibeli di counter penjualan tiket Airport Express (MTR), dari pintu keluar ruang pengambilan bagasi, berjalan kearah kanan dan tidak jauh, terlihat jelas counternya. Kartu ini semacam kartu EZ Link di Singapura, kalau di Indonesia kayak e-Cash gitu. Bisa digunakan saat menaiki MTR, bus, ataupun transportasi publik tertentu, serta bisa digunakan untuk berbelanja disemua toko/outlet/mall/Seven Eleven/supermarket yang memiliki tanda khusus. 

Harga perdana Octopus Card ini adalah 150 HKD untuk dewasa, 100 HKD merupakan kredit dan 50 HKD Deposit. Deposit dan sisa kredit (jika ada) nantinya akan dapat di refund lagi ketika kartu tersebut dikembalikan  dengan dipotong 9 HKD.
Octopus card sudah ditangan, jangan buru-buru ke terminal bus nya, di sekitar counter penjualan tiket Octopus Card ini ada counter tourism HongKong, jadi mampir dulu buat ambil peta disana. Termasuk peta dan brosur tempat-tempat wisata juga ada disana. Saya langsung ambil peta dan brosur-brosur yang kira-kira perlu. Jangan lupa ambilnya yang berbahasa Inggris, soalnya yang lainnya huruf Cina semua he..he.. Setelah peta didapat, baru kita menuju terminal bus atau biasa disebut bus terminus. Saat tiba di terminal busnya kami langsung menuju halte pemberhentian bus A11. Karena memang akan naik bus A11 dari HKIA menuju hotel di Causewaybay. Kami memesan Butterfly on Morrisson Hotel yang berada di 39 Morrisson Hill Road. Kenapa saya memilih hotel didaerah Causewaybay, karena posisinya sangat dekat dengan Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre yang terkenal dengan kantin yang menyediakan dimsum halal terenak di Hongkong. Selain itu juga banyak warung masakan Indonesia disekitar causewaybay ini sehingga urusan perut dipastikan aman.
Lokasi bus terminus sangat mudah ditemukan, dari pintu keluar tempat pengambilan bagasi berjalan menuju kearah kanan, jalan terus kemudian belok kiri (ikuti petunjuk jalan), kemudian belok kanan (jalan menurun), sekitar 100 meter akan terlihat bus terminus (sebutan untuk halte bus) dengan rute menuju berbagai wilayah di Hong Kong. Bus stop kemudian dibedakan antara tujuan Kowloon di sebelah kiri dan tujuan causewaybay di sebelah kanan.

Saat tiba dihalte bus stop A11, ternyata antriannya lumayan panjang.  Namun, enggak sampai 10 menit bus A11 pun datang. Saat naik bus kita cukup menempelkan octopus card pada mesin yang tersedia didekat supir sebagai sarana pembayaran tiket busnya. Tarifnya 40HKD untuk dewasa dan HKD20 untuk anak-anak. Setelah masuk kita bisa meletakkan koper kita ditempat yang telah disediakan persis dibelakang kursi supir. Oya bus di Hongkong rata-rata bertipe double decker, jadi terdiri dari 2 lantai. Ga perlu takut kopernya hilang, karena dilantai atas bus ada layar cctv yang mengarah ke tempat penyimpanan koper jadi aman dan kita tetap bisa memantau keberadaan koper kita walau duduk dilantai 2. Memang sebaiknya duduk dibagian atas bus, karena viewnya lebih keren apalagi kalau duduk didepan kita bisa menikmati pemandangan kota HongKong selama perjalanan.

Perjalanan bus dari HKIA ke Causewaybay kurang lebih 1 jam. Menurut informasi yang saya baca, untuk turun kita tidak perlu khawatir kebingungan karena ada petunjuk digital yang menjelaskan pemberhentian selanjutnya. Tetapi selama didalam bus saya tidak melihatnya. Akhirnya kita informasikan ke pak supir untuk menurunkan kita di pemberhentian 12 tonnochy road, hennessy road.

Dari halte bus stop ini sebenarnya  bisa berjalan kaki kira-kira 7 menit menuju hotel, berhubung udah malem, udah pada lelah dan mengingat harus menggeret 2 koper beserta printilannya, belum lagi adek Katniss yang minta digendong maka kita putuskan untuk mencari taksi.  Alhamdulillah,, akhirnya  bisa merebahkan diri. Waktunya istirahaaatttt.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar