Kehadiran Katniss dalam keluarga kecil kami adalah hal yang sangat membahagiakan. Sesuai dengan nama belakangnya "Syauqia" obat rindu bagi ayah dan bunda yang telah lama menanti kehadirannya. Dengan kehadirannya pula mengubah banyak hal di kehidupan kami, yang tadinya dirumah cuma bertiga sekarang berempat, rutinitas yang biasa dilakukanpun berubah total.
Namun, disadari atau tidak dibalik kebahagiaan itu ternyata ada hati milik si kecil yang bersedih. Setelah 5 tahun 6 bulan mendapat curahan kasih sayang, waktu dan menjadi pusat perhatian ayah bunda plus gak ada saingan,, bunda maklum akan perasaan yang dialaminya. Rasa khawatir akan tersisihkan, tidak lagi disayangi, dan berbagi orang yang sangat penting baginya selama ini merupakan hal yang wajar. Kini perhatian bunda lebih fokus ke sang adek, waktu bundapun banyak tersita olehnya, yaa namanya juga punya baby.
Padahal sebelum bunda hamil, akhdan selalu berdoa di setiap sholatnya untuk diberikan adek dalam perut bunda, dia pengen banget punya adek laki-laki, supaya akhdan punya teman bermain, tidak kesepian ketika ayah bunda pergi kekantor.
Ketika tau bunda hamil, bunda juga uda mempersiapkan hal ini. Bunda berusaha selalu melibatkan akhdan dalam masa penantian kehadiran sang adek. Akhdan ikut merasakan tendangan adek di perut, melihat perut bunda bergerak" ketika si adek lg main di perut, melihat adek di usg, mendengarkan detak jantung adeknya, ikut berpartisipasi dalam belanja perlengkapan baby, bahkan akhdan sendiri yang menentukan baju mana atau warna baju yang harus dibeli. Bunda selalu bercerita bahwa akhdan juga mengalami hal yang sama seperti adeknya dahulu. Kami juga memanggilnya dengan panggilan baru, abang akhdan. Itu semua kami lakukan dengan tujuan menghindari akhdan dari rasa cemburu yang berlebihan dan menganggap adiknya sebagai musuh kelak kalau adeknya lahir.

Di awal" kelahiran adiknya, akhdan sangat menikmati hari-hari sebagai seorang abang. Sering banget mencium dan memeluk katniss sambil bilang : sayang abang ini ya,, adek abang ini... hehehe... setiap adeknya mau mandi,, bang akhdanlah yang menyiapkan baju yang akan diupakai adeknya,, daaaannnn semua harus berwarna pink, dari baju, popok, bedong, kaus kaki, dll.
Setiap ada orang yang menggendong adiknya, selalu diwanti" untuk berhati hati karena takut adeknya jatuh, kalau mau pergi atau pulang darimanapun pasti yang dicari adeknya, padahal cuma mau bilang abang pergi dulu ya dekkk,, duhhh..mesranyaaa....
Tapiiii, itu hanya bertahan kurleb 1 bulan. Setelahnya,,, ada perubahan dalam sikap akhdan, bukan cemburu buta sampai kesal, tapi lebih kepada merasa dirinya harus berbagi tempat.
Gimana sich bentuk cemburunya akhdan?
Ketika bunda lagi mencium katniss sambil tiduran, akhdan langsung datang lalu memaksa tiduran diantara kami, atau ketika bunda sedang ngobrol dengan katniss dia pasti nyelip dekat bunda, alasannya dia juga mau ikut ngobrol. Pokoknya caper banget kelakuannya.Padahal sebelum bunda hamil, akhdan selalu berdoa di setiap sholatnya untuk diberikan adek dalam perut bunda, dia pengen banget punya adek laki-laki, supaya akhdan punya teman bermain, tidak kesepian ketika ayah bunda pergi kekantor.
Ketika tau bunda hamil, bunda juga uda mempersiapkan hal ini. Bunda berusaha selalu melibatkan akhdan dalam masa penantian kehadiran sang adek. Akhdan ikut merasakan tendangan adek di perut, melihat perut bunda bergerak" ketika si adek lg main di perut, melihat adek di usg, mendengarkan detak jantung adeknya, ikut berpartisipasi dalam belanja perlengkapan baby, bahkan akhdan sendiri yang menentukan baju mana atau warna baju yang harus dibeli. Bunda selalu bercerita bahwa akhdan juga mengalami hal yang sama seperti adeknya dahulu. Kami juga memanggilnya dengan panggilan baru, abang akhdan. Itu semua kami lakukan dengan tujuan menghindari akhdan dari rasa cemburu yang berlebihan dan menganggap adiknya sebagai musuh kelak kalau adeknya lahir.

Di awal" kelahiran adiknya, akhdan sangat menikmati hari-hari sebagai seorang abang. Sering banget mencium dan memeluk katniss sambil bilang : sayang abang ini ya,, adek abang ini... hehehe... setiap adeknya mau mandi,, bang akhdanlah yang menyiapkan baju yang akan diupakai adeknya,, daaaannnn semua harus berwarna pink, dari baju, popok, bedong, kaus kaki, dll.
Setiap ada orang yang menggendong adiknya, selalu diwanti" untuk berhati hati karena takut adeknya jatuh, kalau mau pergi atau pulang darimanapun pasti yang dicari adeknya, padahal cuma mau bilang abang pergi dulu ya dekkk,, duhhh..mesranyaaa....
Tapiiii, itu hanya bertahan kurleb 1 bulan. Setelahnya,,, ada perubahan dalam sikap akhdan, bukan cemburu buta sampai kesal, tapi lebih kepada merasa dirinya harus berbagi tempat.
Contoh lain, ketika adiknya tidur dia sengaja lari-lari keliling rumah sambil teriak-teriak supaya adiknya terbangun, atau menutup pintu dengan sekuat-kuatnya.
Kadang kalau lagi punya stock sabar yang gede, bunda bisa bicara pelan". Tapi namanya punya bayi pasti kurang tidur, badan jadi capek, stock sabarpun mulai berkurang bikin nada bicara meninggi yang akhirnya merasa bersalah pada diri sendiri.
Kemudian ketika banyak teman, tetangga ataupun saudara yang datang untuk melihat dan memberikan hadiah kepada adek. Terlihat ada perubahan di wajah abangnya, dan tak jarang juga diiringi tangisan sambil ngomong : kenapa adek banyak dikasi kado, akhdan ga ada yang ngasih. Bundapun mencoba memberi penjelasan kalau abang menerima jauh lebih banyak dari yang adek dapatkan sekarang. Coba lihat adek, banyak barang -barang bekas abang yang dia pakai, karena adek ga punya.
Kalau udah mewek gitu, sering keluar kalimat dari bibir mungilnya, kalau ga ada lagi yang sayang sama Akhdan, ayah bunda ga sayang sama Akhdan, sayangnya cuma sama adek. Semuanya adek,,,semuanya adek... Speechless mendengarnya,,,
Bunda sayang kalian berdua nakkk... Bunda gak pengen kalian berdua saling menyakiti. Pengennya kalian akur bersaudara saling sayang dan support satu sama lain. Semoga ayah dan bunda bisa menjadi ortu yang baik buat keduanya.
