AKU BUKAN PENULIS APALAGI SASTRAWAN, TAPI AKU HANYA INGIN BERCERITA

Sabtu, 11 Juni 2016

Travelling With Kiddos

Banyak orang beranggapan bahwa traveling adalah sebuah pekerjaan pemborosan.
But not for us,, buat kami travelling adalah sebuah kebutuhan, selain untuk rekreasi, menambah pengalaman, serta mempererat hubungan keluarga, dengan travelling dapat membuat kita mengenal luas kehidupan di luar lingkungan sekitar kita.

Kuala Lumpur - Bangkok (2008)
Dan salah satu manfaat yang kami dapatkan secara langsung adalah menjadikan hidup lebih ceria, lebih semangat, karena kita dapat bersantai melepas lelah dan penat dari rutinitas sehari-hari.
Pernak -Pernik Bali - 2010



Itulah yang menjadi kesepakatan saya dan suami, kalau bisa minimal setahun sekali kita harus travelling. Itungannya keluar daerah ya,, kalau masih Sumatera Utara gak masuk hitungan dunk. Maklumlah kita berdua dari sononya emang hobby travelling, kita gak mau menjadikan anak-anak sebagai alasan untuk tidak travelling.

Tour of Sumbar - 2011



Alhamdulillah setelah menikah di tahun 2008 sampai sekarang, kami berdua masih diberi rezeki dan kesempatan untuk  travelling setiap tahunnya, kecuali di tahun 2015 karena lagi hamil anak kedua.

Explore Bromo, Batu, Malang (2012)
Namun sejak punya anak, gaya liburanpun mengalami penyesuaian. Yang dulunya travelling pakai gaya bebas merdeka, yang seharian bisa jalan kemana aja, pakai transportasi apa aja yang penting nyampai tujuan, makan juga gak pakek mikir, dimana saja dan kapan saja (tergantung perut), tapi sekarang travelling gak bisa seenaknya ngatur itinerary sesuka hati, semuanya musti dipersiapkan dengan matang. Mesti disesuaikan dengan kenyamanan dan kemampuan anak yang masih butuh tidur siang dan makan tepat waktu. Pusatnya maunya si anak, bukan maunya ayah atau bunda lagi.

Yogya - Bandung (2013)

Begitu juga dengan barang bawaan, yang dulunya semua barang cukup dengan 1 koper. Kalau sekarang anaknya juga udah dua ya musti nambah koper, nambah ransel, dan nambah lagi tentengan lainnya. Saya akui kalau travelling bawa anak-anak itu repot, ya repot bawaannya, repot mengkondisikan bagaimana anak-anak bisa nyaman dan gak rewel selama perjalanan, belum lagi kitanya yang pastinya capek buat ngurusi anak-anak. Buat ibu yang sudah punya anak pasti taulah kalau energi anak-anak jauh lebih banyak dari energi ayah bundanya. Kitanya udah kecapekan bin pegal,,, eh si anak masih cas batrenya. 


Keliling 2 Negara (2014)


Kami akui hal-hal seperti itu pasti gak bisa dihindari, yang jelas harus saling bekerjasama, berbagi tugas dengan suami  (khusus yang ini dua jempol buat ayah...makasih suamiku..) dan satu lagi sebelum melakukan travelling kudu banyak baca tips -tips bepergian bersama anak untuk referensi kita, sehingga perjalanan jadi mengasyikkan dan acara jalan-jalan juga lebih seru.