AKU BUKAN PENULIS APALAGI SASTRAWAN, TAPI AKU HANYA INGIN BERCERITA

Kamis, 23 Februari 2012

Lapis Surabaya

Lapis Surabaya ini termasuk cake boros telur....tetapi rasanya benar-benar enak, legit, dan lembut, walaupun tanpa tambahan bahan-bahan pengembang. 


Rabu, 22 Februari 2012

Akhdan,, Starting his playgroup class

Kenapa Akhdan masuk play group? 
Apakah itu suatu keharusan? 
Kenapa gak masuk TK aja nanti sekalian???
Nggak apa-apa khan? Kasian Akhdan,,, ntar kelamaan sekolah jadinya bosan dan gak mau sekolah lagi.
Itu sepenggal komentar yang kudengar dari beberapa orang disekitarku.


Mereka boleh berkomentar apa saja. Itu hak mereka. Tapi, aku lebih tahu keadaan keluarga kami. Ada satu alasan penting yang membuat ayah dan bunda memasukkan Akhdan ke Play group.  Yeaaahh,, karena kami tidak mempunyai pembantu. Tidak ada orang yang mengasuh Akhdan selama kami di kantor. Selama 4 bulan mencari kesana kemari hasilnya NIHIL. Akhirnya,,, karena tidak ingin lebih lama merepotkan orang tua dan adikku dalam urusan Akhdan, keputusan ini harus diambil. Sebenarnya berat bagiku untuk memutuskan ini. Karena kalau ada orang yang mengasuh Akhdan, pastinya aku punya lebih banyak waktu buat Akhdan (jam istirahat aku biasanya pulang). Sedangkan kalau Akhdan disekolahkan dan dititipkan, pastinya aku  bertemu Akhdan hanya di pagi hari sebelum ngantor dan sore pulang kantor. Aku gak bisa menyuapi makan siangnya lagi, aku gak bisa mengawasi tidur siangnya lagi, aku juga gak bisa bermain, ngobrol atau mendengar celotehan2nya di siang hari. Hiks.... 

Awal Nopember kami mulai hunting beberapa Tempat Penitipan Anak / day care yang letaknya tidak jauh dari kantor ayah ataupun bunda sehingga aksesnya mudah. Ini untuk mempermudah mobilitas mengantar maupun menjemput Akhdan. Ternyata Tempat Penitipan ataupun day care yang ada di kota Medan itu tidak full day care, tetapi di pagi hari si anak dimasukkan ke dalam play group atau baby class. Tapi, tak apalah yang penting masalah Akhdan terselesaikan. Toh, banyak nilai positif yang bisa diambil.

Dari beberapa referensi yang ada, akhirnya bunda menemukan TPA yang paling dekat dengan harapan bunda. Yah,  TPA/TKI RA Mesjid Agung jawabannya.  Letaknya gak jauh dari kantor ayah, hanya berjarak 2 gedung. Selain itu, ada beberapa hal yang membuat bunda sreg dengan tempat ini :
  • Sekolah Islami. Masalah akhlak menurut bunda perlu ditanamkan sedini mungkin.  Kalau dari kecil pondasi agamanya mantap, semoga udah besar nanti dapat menjaga tingkah lakunya. Pengennya Akhdan bisa menjadi anak yang sholeh, lebih sholeh dari ayah bundanya...hihihi...
  • Uang sekolah dan uang penitipannya pas di kantong
  • Kurikulumnya menarik, gak hanya menyanyi , menari, mewarnai, tetapi ada juga kegiatan yang memacu kreativitas dan wisata keluar. Bermain sambil belajar , bukan sebaliknya, biar daya ingat akan apa yang masuk ke otaknya lebih permanen.

'N Officially,, By Monday Nopember 21,, he is a play group student at PG/TKI Mesjid Agung. Sebagai orang tua kayanya wajar kalau ada rasa kekhawatiran dihati bunda, bagaimana Akhdan beradaptasi di lingkungan barunya? Mungkin, kalau Akhdan masuk Play Group di tahun ajaran baru tidak terlalu masalah. Karna Akhdan tidak berusaha beradaptasi sendiri, teman-temannya juga. Lha ini,,,, cuma Akhdan doang yang asing, sementara teman-temannya yang lain sudah saling mengenal. Alhamdulillah, ternyata Akhdan hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk menyesuaikan diri di lingkungan barunya.

Enggak terasa udah 3 bulan lebih Akhdan bersekolah disini. Banyak keuntungan yang ayah bunda dapat dengan menyekolahkan Akhdan di sini. Yang pasti, Akhdan tumbuh menjadi anak mandiri. Sekarang makannya tidak mau disuapin lagi, "Akhdan khan udah besar, kalau abang2 makannya suap sendiri, ujarnya". Selain itu, ia tumbuh dengan ceria, mudah bersosialiasi, tidak pemalu. Kadang bunda sering kaget, karena tiba-tiba saja ia menggumamkan kalimat-kalimat doa, shalawat, juga menyanyikan lagu-lagu yang selama ini luput bunda ajarkan kepadanya. 

Pernah satu kali, waktu dia mau makan bunda mengingatkan untuk membaca doa. Dia langsung berdoa : Allahuma bariklana.....................Azzabannar. Amin....  Artinya Segala puji bagi Allah.............. (dengan nada yang agak kuat). Kalau masalah membaca doanya bunda tidak kaget karena sebelum sekolahpun Akhdan memang sudah hafal doa ini. Tetapi artinya??? Bunda sama sekali belum pernah mengajarinya. Bunda aja kalau ditanya artinya mungkin gak hafal....*jadi malu* Alhamdulillah anak bunda udah makin pinter. 

Namun, tentu tak semuanya sempurna. Ada juga kekurangannya. Di antaranya, setiap pagi kami mesti berpacu dengan waktu untuk sampai di sekolahnya dan akhirnya menuju kantor kami masing-masing. Ini tentu saja memacu adrenalin yang tak sedikit. Selain itu, efek yang jelas pasti adalah ia jadi  mudah sakit, terutama pilek. Bagaimana tidak? Misalnya seorang anak pilek, ia akan menulari temannya. Ketika ia sembuh, temannya masih sakit, ia akan kembali ketularan pula. *Efek pingpong* Tapi yang jelas sejauh ini bunda nyaman menyekolahkan Akhdan disini.

Semoga banyak yang didapat Akhdan selama sekolah disini. Bunda berharap anak bunda menjadi  seorang anak yang berkualitas  tidak hanya IPTEK-nya tetapi juga dibarengi dengan IMTAQ-nya. Menjadi anak yang percaya diri, cerdas emosi dan intelegensi, dan juga penuh kasih sayang. Amin....

Jumat, 03 Februari 2012

CERITA YANG TERTUNDA (PART 2)

Yeaaa,,, ketemu lagi dengan saya... Mari kita lanjutkan cerita yang tertunda ini. Ok, kali ini aku akan share ceritaku dibulan agustus tepatnya lagi bulan ramadhan. 
Alhamdulillah, ramadhan datang lagi!! Tanpa terasa setahun sudah berlalu, dan tahu-tahu kita kembali diberi kesempatan untuk membersihkan dosa-dosa kita dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati indahnya ramadhan 1432H. 
Alhamdulillah, ramadhan kali ini adalah ramadhan ke-4 yang aku jalani bareng suami, dan ramadhan ke-3 bareng Akhdan.

Gak ada perbedaan yang berarti antara ramadhan tahun ini dengan tahun yang lalu dalam ibadahku. Pengen banget ada peningkatan dalam ibadah sunnahnya, tapi hanya sebatas niat, realisasinya nihil. Ya Allah,, maafkan hambamu ini... 
Akhdan lg maem sugar cheese cookies

Perbedaan yang sangat jelas hanya dalam menyambut idul fitrinya saja. Why?? Karena setelah 3 tahun menikah baru tahun ini aku membuat kue lebaran sendiri. Biasanya kue tunjuk alias kue yang dibeli ditoko atau dipesan. Aku membuat beberapa kue kering seperti nastar, putri salju (ada 2 versi, salju mete dan salju original), sagu keju, lidah kucing, sugar cheese, dan kastengel.



Perbedaan berikutnya, ramadhan kali ini aku mencoba peruntunganku dalam hal berdagang.  Yah,,menjual aneka kacang, ada kacang telur, kacang bogor, kacang atom, kacang arcis, kacang monyet, kuping gajah, dan coklat wafer. Produknya dari kakak ipar, aku hanya menjadi resellernya aja. Konsumennya tentu saja teman-teman kantor. Alhamdulillah laris manis,,, kalau gak salah hampir 100kg juga yang berhasil kujual. Lumayanlah, hasilnya buat nambah-nambah beli bahan kue... hehehe....

Tapi,, di ramadhan kali ini ada cerita yang membuat aku sedikit kecewa. Karena aku kehilangan pembantu, atau lebih tepatnya aku memecat pembantuku. Kalau sebelum2nya aku selalu ditinggalkan pembantu, tapi kali ini emang aku yang memutuskan hubungan kerjasama ini. *Duh,,, kejam amat bun???* Sebenarnya bukan kejam, aku juga gak tega sich untuk melakukan itu. Apalagi aku tahu Akhdan juga udah dekat ma pembantuku ini. Dia sudah bekerja enam bulan samaku. Tetapi, ada banyak alasan yang membuat aku mengambil keputusan ini, dan harus mengambil keputusan ini. Disinilah masalah baru mulai muncul. Masalah yang juga beberapa kali telah kualami sebelumnya yaituuuuuu **Tidak ada orang yang menjaga Akhdan**. Kalau masalah pekerjaan rumah mungkin aku bisa handle, tapi bagaimana dengan Akhdan??? Mudah2an ini keputusan yang tepat dan ke depannya kami bisa menemukan orang yang lebih baik lagi. Amin... *doa'ku pada saat itu*.  

Untuk sementara aku meminta bantuan ibu dan adikku untuk menjaga Akhdan dirumah. Tiga bulan telah berlalu, tapi aku belum juga menemukan orang yang dapat menjaga Akhdan. Selain itu, aku juga ngerasa gak enak ngerepotin orang tua dan adikku terus kalau harus bolak balik medan - tebing tinggi. Ada sich wacana untuk menitipkan Akhdan dirumah neneknya sampai mendapatkan pembantu. Tapi, aku gak sanggup,, gak ngelihat Akhdan dalam 1 hari aja aku dah feeling blue banget, apalagi berhari-hari *bisa nangis bombay terus bundanya*. Kalau udah begini, pengeeennn banget jadi Full Time Mom. Jadi iri ngelihat ibu-ibu lain yang bisa menemani anaknya sepanjang hari. hikss... Nah,, inilah dilema ibu bekerja, disatu sisi aku gak pengen berhenti kerja karena aku ingin beribadah membantu finansial keluarga (walaupun bukan itu alasan utamanya)...disisi lain anak adalah titipan Allah yang tidak bisa diabaikan. Beruntunglah para ayah bunda yang masih tinggal sama orang tuanya, karena itu bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan...It's blessing...

Rabu, 01 Februari 2012

CERITA YANG TERTUNDA (PART 1)

Bismillah...

Waaaa......sudah lama banget ga ngeblog.  Kapan terakhir kali posting ya?  Lima bulan yang lalu!!! Kalau diibaratkan rumah, debunya udah tebal 2 centi kali ya?? Habisnya yang punya blog rajin sih, jangankan untuk ngupdate postingan, untuk mengecek halaman muka blog ini saja tidak pernah. Tapi itu semua ada alasannya. Kenapaaaaaaaaaaaaaaa???????? Baiklah,,, akan aku ceritakan, disimak ya... hehe..

Awalnya sich, aku disibukkan oleh persiapan UPKP, sejenis ujian yang disyaratkan untuk naik pangkat atau lebih tepatnya lompat pangkat *hadeuh, istilah apa ini*. Ujiannya dilaksanakan tanggal 25 s/d 30 juli 2011. Salah satu syarat untuk mengikuti UPKP ini, aku harus membuat sebuah karya tulis yang nantinya harus dipresentasekan di tanggal 30 juli dan menyelesaikan tugas pra ujian UPKP. So, disinilah kesibukan bermula. Dengan niat pengen lulus yang membara,, ceilee,,, akhir mei aku mulai mencari2 judul yang tepat, dilanjutkan mengumpulkan bahan2, dan akhirnya membuat karya tulis yang selesainya juga last minute. Kemudian,, dengan semangat 45 pula aku mengikuti les bahasa inggris dan TPA. Secara aku tau kemampuan bahasa inggrisku, dan belajar dari pengalaman para senior, kebanyakan dari mereka gagal disebabkan mata pelajaran ini. Lesnya setiap hari senin dan rabu jam 14.00 Wib. 

Cukupkah persiapanku???? Tidak teman2... Karena masih banyak pelajaran yang harus dipelajari. Sedangkan semangat yang tadinya membara udah mulai redup, karena pada kenyataannya aku malas untuk belajar. Tapi,,, untungnya aku punya suami yang baaiikk banget. Dia tidak ingin aku menyia2kan kesempatan ini. 
Makasih ayah berkat supportmu aku mampu.
Makasih ayah berkat advice dan sindiranmu aku bangkit.. :)
Makasih  ayah atas waktu yang kau luangkan untuk mengajariku. 
*Memang cara berpikir anak SMK itu beda dengan anak SMA ya???* hehe...
Makasih ayah atas pengertianmu untuk menggantikan peranku sebagai bunda dikala aku belajar.
Makasih ayah untuk SEMUANYA...
Makasih juga buat anakku yang mengerti dengan keadaan bundanya saat itu.
*kiss..kiss..muach.. n big hug for u*

Selesai sudah ujiannya,  tinggal menunggu hasil. Tapi keinginan untuk berbagi cerita di blog ini tidak serta merta datang begitu saja. Karena rasa malas yang datang mengalahkan semuanya. Mungkin efek dari kelamaan gak ngeblog kali ya?? Ditambah lagi agustus ini merupakan bulan ramadhan, makin kuatlah alasanku tidak ngeblog. *apa hubungannya????*hehehe...

Kemudian di akhir agustus, aku ingat banget hari terakhir ngantor di bulan agustus karena besoknya akan libur panjang menyambut idul fitri. Tepatnya jam 2 lebih dikit dan posisiku diluar kantor waktu itu, aku ditelpon temenku imem, temen satu ruangan yang juga adik kelasku. Dia bilang  : kak , pengumuman UPKP udah keluar dan kakak lulus. Awalnya, aku tidak percaya . Benarkah??? Tidak salah lihat dirimu dek??? Coba,, cek sekali lagi ucapku. Ternyata,,, emang benar Alhamdulillah aku LULUS. Bahkan lulus dengan nilai diluar dugaanku. Berarti satu dari sekian resolusiku ditahun 2011 ini udah tercapai. 

Sampai disini dulu ceritanya yaa, udah jam pulang nih..
Tunggu lanjutan berikutnya!!!