Sesuai itinerary yang telah saya buat jauh-jauh hari, seharusnya agenda hari ini adalah exploring Macau. Berhubung untuk explore Macau dalam sehari itu harus keluar dari hotel maksimal jam 8 pagi supaya tidak terlalu malam sampai di Hongkongnya. Tapi koq ya gak tega bangunin anak-anak terlalu pagi setelah kemarin seharian di perjalanan, biarlah kita tunggu mereka merecharge tenaganya kembali sebelum melanjutkan perjalanan lagi.
Jam 9-an anak -anak bangun langsung mandi dan beberes, kemudian kita keluar dari hotel sekitar jam 10-an. Tujuan pertama kita adalah Islamic Centre Canteen yang tersohor itu.
Islamic Centre Canteen
Berada dalam satu gedung dengan Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick
Islamic Centre, kantin ini terletak di lantai kelima. Begitu memasuki
area pintu masuk, kita akan langsung disambut dengan kukusan dim sum
dan wangi masakan yang menggugah selera. Menu yang terkenal disini adalah Dim Sum. Dan kita tak perlu ragu untuk menikmatinya karena telah memiliki sertifikat halal dari The Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong Halal Certified Food Premises.
Khusus untuk Dim Sum-nya hanya disajikan dari jam 10 pagi sampai 3 sore
(Minggu dan Hari Libur buka dari jam 9 pagi). Kalau malam, mereka juga
buka tapi menyajikan menu masakan Cantonese. Untuk makan malam
buka dari jam 6 sore sampai 9 malam.
Menurut saya pribadi, rasa dimsum yang saya
kira bakal enak banget ini ternyata masih kalah sama dimsum Nelayan di Medan. Tapi Akhdan suka banget Chicken Siu Mai nya.. Mungkin kalo di Indonesia dimsum udah disesuaikan dengan
lidah orang indonesia kali ya, kalo disini masih autentik, but worth to try
lah!
Untuk bisa sampai disini,
kami berjalan kaki dengan arah berlawanan dari hotel menyusuri jalan morrison hill menuju Sharp St W atau South Pacific Hotel, ketemu perempatan kita menyebrang langsung belok kiri tetap di morrison hill ketemu gang kecil belok kanan menyusuri tangga kecil belok kanan ke atas , gak jauh dari situ sudah kelihatan gedung Masjid Ammar & Osman Ramju Sadick
Islamic Centre.
![]() |
| Gedung kelihatan dari samping |
Saya memesan dimsum dengan menunjuk gambar menu dimsum yang ditempelkan di dinding dekat etalase, pilihannya cukup banyak. Rata-rata harganya sekitar HK$11-17. Untuk makanan berat kita dapat memesannya melalui daftar menu. Rata-rata harganya sekitar HK$35-60. Cukup murahlah untuk harga makanan di Hongkong. Berhubung makanan yang disajikan porsinya banyak, saya
sarankan bawa tempat bekal, jadi kalo ga abis bisa dibawa pulang untuk bekal di jalan. Kalaupun tidak ada, kita bisa minta take away ke pelayannya dan mereka akan memberikan kita styrofom.
Jadi, jangan lupa untuk mencicipi Dim Sum halal ini saat kamu wisata ke Hong Kong ya!
Jadi, jangan lupa untuk mencicipi Dim Sum halal ini saat kamu wisata ke Hong Kong ya!
Islamic Centre ini juga menjadi pusat kegiatan muslim yang ada di Hongkong. Begitu memasuki gedung Islamic Centre ini banyak dijumpai kaligrafi dan hiasan bernuansa islam.
Buku-buku dan selembaran tentang agama Islam juga mudah didapatkan di
gedung ini. Terdapat pula masjid bagi para muslim untuk
menunaikan salat. Tempat salat untuk laki-laki dan perempuan dipisah di
lantai yang berbeda.
Islamic Centre Canteen
5/F., Osman Ramju Sadick Islamic Centre
40 Oi Kwan Road, Wan Chai
Tel: +852 2834 8211
The Peak
Setelah puas makan dimsum perjalanan kita lanjutkan menuju The Peak yang merupakan titik tertinggi di Hongkong, dari sini kita bisa melihat keseluruhan kota Hongkong.
5/F., Osman Ramju Sadick Islamic Centre
40 Oi Kwan Road, Wan Chai
Tel: +852 2834 8211
The Peak
Setelah puas makan dimsum perjalanan kita lanjutkan menuju The Peak yang merupakan titik tertinggi di Hongkong, dari sini kita bisa melihat keseluruhan kota Hongkong.
Apa aja yang dapat kita temukan di The Peak?
The Peak Tower
Di the peak tower inilah terdapat sky terrace 428. Sky Terrace ini merupakan platform yang berada pada puncak bangunan The Peak dimana kita dapat melihat pemandangan Hong Kong lengkap dengan gedung-gedung pencakar langit Kowloon & Hong Kong Island dari ketinggian 428 meter di atas permukaan laut. Gedung yang bagian atasnya berbentuk wajan ini didesain supaya tahan dengan kecepatan angin 270 km/h atau setara dengan Typhoon No.10 (maklum ini Hongkong, surganya Typhoon). Untuk bisa naik ke Sky Terrace ini kita harus membeli tiket masuk seharga $50. Kalau dirasa sayang untuk mengeluarkan uang untuk membeli tiket masuk, kita masih bisa kok menikmati city view dari satu lantai sebelum naik ke Sky terrace (seingat saya ada di lantai 5). Dari sini kita juga bisa melihat Hongkong dari atas walaupun tidak sebagus dan sebebas jika kita melihat dari sky terrace. Atau kita juga bisa menemukan viewing deck di Lion Pavillion, kalau keluar dari the peak galleria langsung belok kiri dan gak jauh bisa kita temukan viewing deck bertingkat, namun pavillion ini agak sempit sehingga kita harus sabar menunggu diluar bila penuh.
The Peak Galleria
The peak galleria ini terletak persis bersebelahan dengan the peak tower. Shopping centre dua lantai ini dipenuhi toko-toko yang berjualan baju, souvenir, perhiasan, jam tangan, dan lainnya. Ada beberapa toko souvenir yang cukup lengkap, harganya fixed price dan tidak bisa ditawar. O,iya di the peak galleria ini juga terdapat viewing deck yang terletak di lantai 3.
The Peak Tram
Peak Tram adalah tram khusus yang berjalan di jalur menanjak hingga 50 derajat kemiringan. Tram ini akan mengantarkan kita dari dan menuju The Peak. Jalur tram ini sudah dipakai sejak 1888 secara eksklusif oleh orang-orang pemerintahan Inggris dan penduduk yang tinggal di The Peak. Akan tetapi sekarang semua orang bisa menikmatinya sebagai jalur trem tercuram di dunia. Peak tram beroperasi setiap hari mulai jam 7 pagi sampai tengah malam. Interval keberangkatan tram ini adalah setiap 10 sampai 15 menit. Waktu tempuh menuju The Peak adalah sekitar 7 menit.
How to get there?
Ada beberapa cara yang dapat dipilih untuk menuju kesini.
1. Jika ingin naik tram, dari Stasiun MTR Central ambil exit J2. Ikuti petunjuk jalan yang ada melintasi Garden Road yang terletak di antara Bank of China Tower dan Cheung Kong Centre. Seberangi jalan, ikuti petunjuk. Peak Tram Lower Terminus (Stasiun keberangkatan Peak Tram menuju The Peak) berada di kiri jalan.
2. Naik MTR ke Hongkong Station, ambil Exit D. Setelah keluar dari Exit D, belok kiri dan nanti sebelah kanan sudah terlihat stasiun busnya (Exchange Square Bus Terminus). Jalan ke tempat bus No. 15 berada. Tarif sekali jalan HK $ 9,80.
Awalnya kami berencana untuk menaiki tram, namun setelah sampai di Stasiun MTR Central baru teringat kalau untuk menuju Peak Tram Lower Terminus itu khan jalannya menanjak dan agak panjang. Dengan menggendong katniss dan membawa ransel yang lumayan berat pastilah kita bakal ngos-ngosan nantinya. Belum lagi dengan antriannya yang terkenal panjang, akhirnya kami memilih opsi kedua, dengan naik bus.
Perjalanan ke The Peak akan melewati jalan perbukitan dua arah yang berkelok. Bus terdiri dari dua tingkat, awalnya kami memilih untuk duduk dibawah, setelah bus berjalan 10 menit bang Akhdan minta untuk duduk diatas. Sejujurnya saya enggan untuk pindah karena sepanjang perjalanan nantinya kita akan melewati tebing dan jurang, yang pastinya akan memacu adrenalin dan bikin deg-degan. Dugaan saya ternyata salah, justru dengan duduk diatas kita bisa melihat pemandangan yang spektakuler dan tentunya bisa mengambil foto dengan lebih leluasa. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit dan sepanjang jalur ini teduh dengan pepohonan yang tumbuh menghiasi bukit-bukit ini, dan di latar belakang kita bisa melihat Hongkong dengan gedung-gedungnya yang tinggi menjulang.
Sesampainya di the peak, tempat yang pertama kali kami datangi adalah sebuah tram bekas ditengah alun-alun the peak yang telah disulap menjadi tourism office. Kalau belum sempat ngambil peta hongkong dan peta wisata lainnya di Bandara, bolehlah ngambil disini ;)
Kemudian kami masuk ke area the peak tower, mengambil beberapa foto di area gratisan kemudian turun ke level paling bawah tempat madam tussaud berada. Tadinya suami sempat nawarin saya untuk masuk ke sky terrace, cuma dipikir-pikir sayang uangnya. Kalau bisa gratisan kenapa harus bayar? (keluar jiwa emak-emaknya) Toh pemandangan yang dilihat juga sama, walaupun bedanya kita bisa melihat tanpa terhalang apapun.
Kami tidak tertarik untuk masuk ke Madame Tussaud karena sudah pernah menjelajah Madame Tussaud yang di Bangkok, kurang lebih pastilah sama cuma beda tokoh-tokohnya doang. Akhdan sempat berfoto dengan patung lilin Jacki Chan yang terletak diluar museum walaupun harus rela mengantri dengan beberapa pengunjung lainnya.
Setelahnya kami berjalan ke the peak galleria yang menjual berbagai macam souvenir dan berhasil membeli gantungan kunci bergambar panda seharga HKD 100 untuk 10 buah. Setelah puas berkeliling dan belanja kaki mulai berasa capek dan perut mulai keroncongan. Sebelum ke The peak saya sempat browsing tempat makan halal yang ada disini, tapi tak ada satupun artikel yang mengulasnya, sehingga saya memutuskan membawa bekal makanan yang sudah saya masak di hotel buat menemani makan siang kami. Kami memilih untuk ngaso di bangku-bangku taman yang ada di depan the peak tower. Teryata bukan kami saja yang membawa bekal makanan tapi ada beberapa turis muslim melakukan hal yang sama. Mungkin mereka juga berpikiran sama dengan saya.
Saat menyuapi anak-anak makan, adek Katniss merengek minta dibelikan ice cream karena melihat banyak orang yang memegang ice cream. Ternyata saya salah memilih tempat ngaso yang langsung berhadapan dengan toko ice cream. Awalnya saya ragu untuk membelinya, tapi melihat banyak pembeli yang menggunakan jilbab dan penjual ice cream juga menjelaskan kepada saya mana ice cream yang menggunakan rhum atau tidak, akhirnya saya membelinya. Bismillah ajalah yaa... Harga satu scoop ice cream only HKD 55 atau setara dengan 100 ribu rupiah saja. Hikss,,mahal amat, kalau di Medan sudah bisa dapat 8 jenis tuh.
Setelah merasa cukup puas mengelilingi the peak, kita memutuskan untuk pulang. Karena perginya naik bus pulangnya kita harus merasakan sensasi naik tram.
Dari hasil surfing gambar-gambar dan cerita di internet, saya tertarik sekali untuk naik The Peak Tram. Jadi kami memutuskan pulangnya akan naik trem ini. Setelah bayar pakai Octopus Card bersama-sama turis yang lain siap-siap merasakan naik trem kuno ini. Bayangannya, saya akan naik trem tua di lintasan yang meliuk-liuk dengan pemandangan indah di sekitarnya pokoknya seperti Katon Bagaskara di Video Clip Negeri Di Awan deh he he he. Tapi yaiks..lagi-lagi meleset..karena kita naik waktu pulang, jadi jalannya mundur. Sempat terpikir di satu titik mungkin tremnya akan memutar, ternyata sampai perjalanan berakhir tremnya tetap jalan mundur. Lintasannya ternyata tidak meliuk-liuk tapi lurus dari atas ke bawah dan perjalanannya tidak lama hanya 7 menit. Jadi waktu sampai di terminusnya masih bengong, yaelah ternyata “cuman” segini aja rasanya naik trem terkenal seantero Hongkong (he he he).
Avenue of Star /Garden Of Star
Apa sih sebenarnya Avenue of Star itu?
Jadi,,, avenue of star adalah adalah sebuah tempat/taman yang berisi mulai dari patung orang orang terkenal yang berkutat di dunia film Hong kong, cetakan tangan beberapa Aktor terkenal, dan juga ilustrasi kartun dari bintang film terkenal (kayak walk of fame gitulah). Nah, salah satu patung yang sangat ikonik, yaitu patung Bruce Lee dan patung Anita Mui yang berdiri di sebelahnya. Biasanya patung Bruce Lee yang fenomenal dan cetakan tangan artis-artis ini berada di Avenue of Star tempat biasa kalau nonton Simpony of Light, tapi karena saat ini masih dalam perbaikan maka untuk sementara dipindahkan ke Garden of Star.
Tapi kalau kita gak begitu suka dengan artis Hongkong, taman ini mungkin bukan apa-apa, cuma taman yang menarik buat foto-foto. Kabar baiknya untuk masuk ketempat ini kita tidak memerlukan tiket masuk alias free dan tersedia fasilitas air minum isi ulang (yang terlihat oleh saya ada tiga).
Dari Garden of Star berjalan lurus ke arah laut, terdapat Tsim Sha Tsui Promenade, pemandangan yang terlihat adalah deretan gedung-gedung bertingkat yang berada di Hongkong Island. Berjalan ke kanan terdapat Play Ground buat anak-anak. Dan bisa ditebak kami berada lebih lama di area ini menunggu anak-anak bermain. Satupun ga ada yang mau beranjak, padahal setelah ini emaknya berencana sholat di Mesjid Kowloon dan setelahnya berbelanja di Ladies Market. Tapi anak-anak lebih punya power ketimbang emaknya. Si ayah bilang, udah biarin aja mereka puas main-mainnya, ga kesana juga gak apa-apa, kita sholat di hotel aja. Makjleb...iya deh.. si emak ngalah..buru-buru ambil tissue.
How to get there :
Naik MTR dan turun di East Tsim Sha Tsui. Lalu ikuti petunjuk yang ada menuju exit P1. Kemudian naik lift menuju Podium Level.






































