AKU BUKAN PENULIS APALAGI SASTRAWAN, TAPI AKU HANYA INGIN BERCERITA

Kamis, 06 September 2018

Dimsum halal Hongkong, The Peak , & Garden of Stars

Sesuai itinerary yang telah saya buat jauh-jauh hari, seharusnya agenda hari ini adalah exploring Macau. Berhubung untuk explore Macau dalam sehari itu harus keluar dari hotel maksimal jam 8  pagi supaya tidak terlalu malam sampai di Hongkongnya. Tapi koq ya gak tega bangunin anak-anak terlalu pagi setelah kemarin seharian di perjalanan, biarlah kita tunggu mereka merecharge tenaganya kembali sebelum melanjutkan perjalanan lagi.

Jam 9-an anak -anak bangun langsung mandi dan beberes, kemudian kita keluar dari hotel sekitar jam 10-an. Tujuan pertama kita adalah Islamic Centre Canteen yang tersohor itu.

Islamic Centre Canteen

Berada dalam satu gedung dengan Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, kantin ini terletak di lantai kelima. Begitu memasuki area pintu masuk, kita akan langsung disambut dengan kukusan dim sum dan wangi masakan yang menggugah selera. Menu yang terkenal disini adalah Dim Sum. Dan kita tak perlu ragu untuk menikmatinya karena telah memiliki sertifikat halal dari The Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong Halal Certified Food Premises. 

 Khusus untuk Dim Sum-nya hanya disajikan dari jam 10 pagi sampai 3 sore (Minggu dan Hari Libur buka dari jam 9 pagi). Kalau malam, mereka juga buka tapi menyajikan menu masakan Cantonese.  Untuk makan malam buka dari jam 6 sore sampai 9 malam. 

Menurut saya pribadi, rasa dimsum yang saya kira bakal enak banget ini  ternyata masih kalah sama dimsum Nelayan di Medan. Tapi Akhdan suka banget Chicken Siu Mai nya.. Mungkin kalo di Indonesia dimsum udah disesuaikan dengan lidah orang indonesia kali ya, kalo disini masih autentik, but worth to try lah!

Untuk bisa sampai disini, kami berjalan kaki dengan arah berlawanan dari hotel menyusuri jalan morrison hill menuju Sharp St W atau South Pacific Hotel, ketemu perempatan kita menyebrang langsung belok kiri tetap di morrison hill ketemu gang kecil belok kanan menyusuri tangga kecil belok kanan ke atas , gak jauh dari situ sudah kelihatan gedung Masjid Ammar & Osman Ramju Sadick Islamic Centre.  
Gedung kelihatan dari samping
Saya memesan dimsum dengan menunjuk gambar menu dimsum  yang ditempelkan di dinding dekat etalase, pilihannya cukup banyak.  Rata-rata harganya sekitar HK$11-17. Untuk makanan berat  kita dapat memesannya melalui daftar menu. Rata-rata harganya sekitar HK$35-60. Cukup murahlah  untuk harga makanan di Hongkong. Berhubung makanan yang disajikan porsinya banyak, saya sarankan bawa tempat bekal, jadi kalo ga abis bisa dibawa pulang untuk bekal di jalan. Kalaupun tidak ada, kita bisa minta take away ke pelayannya dan mereka akan memberikan kita styrofom.
Jadi, jangan lupa untuk mencicipi Dim Sum halal ini saat kamu wisata ke Hong Kong ya!

Islamic Centre ini  juga menjadi pusat kegiatan muslim yang ada di Hongkong. Begitu memasuki gedung Islamic Centre ini banyak dijumpai  kaligrafi dan hiasan bernuansa islam. Buku-buku dan selembaran tentang agama Islam juga mudah didapatkan di gedung ini. Terdapat pula masjid bagi para muslim untuk menunaikan salat. Tempat salat untuk laki-laki dan perempuan dipisah di lantai yang berbeda. 

Islamic Centre Canteen
5/F., Osman Ramju Sadick Islamic Centre
40 Oi Kwan Road, Wan Chai
Tel: +852 2834 8211 



The Peak  

Setelah puas makan dimsum perjalanan kita lanjutkan menuju The Peak  yang merupakan titik tertinggi di Hongkong, dari sini kita bisa melihat keseluruhan kota Hongkong. 

Apa aja yang dapat kita temukan di The Peak?

The Peak Tower
Di the peak tower inilah terdapat sky terrace 428. Sky Terrace ini merupakan platform yang berada pada puncak bangunan The Peak dimana kita dapat melihat pemandangan Hong Kong lengkap dengan gedung-gedung pencakar langit Kowloon & Hong Kong Island dari ketinggian 428 meter di atas permukaan laut. Gedung yang bagian atasnya berbentuk wajan ini didesain supaya tahan dengan kecepatan angin 270 km/h atau setara dengan Typhoon No.10 (maklum ini Hongkong, surganya Typhoon). Untuk bisa naik ke Sky Terrace ini kita harus membeli tiket masuk seharga $50. Kalau dirasa sayang untuk mengeluarkan uang untuk membeli tiket masuk, kita masih bisa kok menikmati city view dari satu lantai sebelum naik ke Sky terrace (seingat saya ada di lantai 5). Dari sini kita juga bisa melihat Hongkong dari atas walaupun tidak sebagus dan sebebas jika kita melihat dari sky terrace. Atau kita juga bisa menemukan viewing deck di Lion Pavillion, kalau keluar dari the peak galleria langsung belok kiri dan gak jauh bisa kita temukan viewing deck bertingkat, namun pavillion ini agak sempit sehingga kita harus sabar menunggu diluar bila penuh.
Selain sky terrace, di lantai bawah gedung ini juga terdapat museum lilin madame tussauds. Berhubung kita udah pernah masuk madam tussauds yang di Bangkok jadi gak pengen lagi walaupun patung lilin yang ditampilkan pasti berbeda. Abang Akhdan cuma minta difoto dengan patung Jackie Chan yang berada diluar pintu masuk madame tussauds.

The Peak Galleria
The peak galleria ini terletak persis bersebelahan dengan the peak tower. Shopping centre dua lantai ini dipenuhi toko-toko yang berjualan baju, souvenir, perhiasan, jam tangan, dan lainnya. Ada beberapa toko souvenir yang cukup lengkap, harganya fixed price dan tidak bisa ditawar.  O,iya di the peak galleria ini juga terdapat viewing deck yang terletak di lantai 3.


The Peak Tram
Peak Tram adalah tram khusus yang berjalan di jalur menanjak hingga 50 derajat kemiringan. Tram ini akan mengantarkan kita dari dan menuju The Peak. Jalur tram ini sudah dipakai sejak 1888 secara eksklusif oleh orang-orang pemerintahan Inggris dan penduduk yang tinggal di The Peak. Akan tetapi sekarang semua orang bisa menikmatinya sebagai jalur trem tercuram di dunia. Peak tram beroperasi setiap hari mulai jam 7 pagi sampai tengah malam. Interval keberangkatan tram ini adalah setiap 10 sampai 15 menit. Waktu tempuh menuju The Peak adalah sekitar 7 menit.

How to get there?

Ada beberapa cara yang dapat dipilih untuk menuju kesini. 
1. Jika ingin naik tram, dari Stasiun MTR Central ambil exit J2. Ikuti petunjuk jalan yang ada melintasi Garden Road yang terletak di antara Bank of China Tower dan Cheung Kong Centre. Seberangi jalan, ikuti petunjuk. Peak Tram Lower Terminus (Stasiun keberangkatan Peak Tram menuju The Peak) berada di kiri jalan.
2. Naik MTR ke Hongkong Station, ambil Exit D. Setelah keluar dari Exit D, belok kiri dan nanti sebelah kanan sudah terlihat stasiun busnya (Exchange Square Bus Terminus). Jalan ke tempat bus No. 15 berada. Tarif sekali jalan HK $ 9,80.

Awalnya kami berencana untuk menaiki tram, namun setelah sampai di Stasiun MTR Central baru teringat kalau untuk menuju Peak Tram Lower Terminus itu khan jalannya menanjak dan agak panjang. Dengan menggendong katniss dan membawa ransel yang lumayan berat pastilah kita bakal ngos-ngosan nantinya. Belum lagi dengan antriannya yang terkenal panjang, akhirnya kami memilih opsi kedua, dengan naik bus.

Perjalanan ke The Peak akan melewati jalan perbukitan dua arah yang berkelok. Bus terdiri dari dua tingkat, awalnya kami memilih untuk duduk dibawah, setelah bus berjalan 10 menit bang Akhdan minta untuk duduk diatas. Sejujurnya saya enggan untuk pindah karena sepanjang perjalanan nantinya kita akan melewati tebing dan jurang, yang pastinya akan memacu adrenalin dan bikin deg-degan. Dugaan saya ternyata salah, justru dengan duduk diatas kita bisa melihat pemandangan yang spektakuler dan tentunya bisa mengambil foto dengan lebih leluasa. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit dan sepanjang jalur ini teduh dengan pepohonan yang tumbuh menghiasi bukit-bukit ini, dan di latar belakang kita bisa melihat Hongkong dengan gedung-gedungnya yang tinggi menjulang. 

Sesampainya di the peak, tempat yang pertama kali kami datangi adalah sebuah tram bekas ditengah alun-alun the peak yang telah disulap menjadi tourism office. Kalau belum sempat ngambil peta hongkong dan peta wisata lainnya di Bandara, bolehlah ngambil disini ;) 

Kemudian kami masuk ke area the peak tower, mengambil beberapa foto di area gratisan kemudian turun ke level paling bawah tempat madam tussaud berada. Tadinya suami sempat nawarin saya untuk masuk ke sky terrace, cuma dipikir-pikir sayang uangnya. Kalau bisa gratisan kenapa harus bayar?  (keluar jiwa emak-emaknya) Toh pemandangan yang dilihat juga sama, walaupun bedanya kita bisa melihat tanpa terhalang apapun.

Kami tidak tertarik untuk masuk ke Madame Tussaud karena sudah pernah menjelajah Madame Tussaud yang di Bangkok, kurang lebih pastilah sama cuma beda tokoh-tokohnya doang.  Akhdan sempat berfoto dengan patung lilin Jacki Chan yang terletak diluar museum walaupun harus rela mengantri dengan beberapa pengunjung lainnya.

Setelahnya kami berjalan ke the peak galleria yang menjual berbagai macam souvenir dan berhasil membeli gantungan kunci bergambar panda seharga HKD 100 untuk 10 buah. Setelah puas berkeliling dan belanja kaki mulai berasa capek dan perut mulai keroncongan. Sebelum ke The peak saya sempat browsing tempat makan halal yang ada disini, tapi tak ada satupun artikel yang mengulasnya, sehingga saya memutuskan membawa bekal makanan yang sudah saya masak di hotel  buat menemani makan siang kami. Kami memilih untuk ngaso di bangku-bangku taman yang ada di depan the peak tower. Teryata bukan kami saja yang membawa bekal makanan tapi ada beberapa turis muslim melakukan hal yang sama. Mungkin mereka juga berpikiran sama dengan saya.

Saat menyuapi anak-anak makan, adek Katniss merengek minta dibelikan ice cream karena melihat banyak orang yang memegang ice cream. Ternyata saya salah memilih tempat ngaso yang langsung berhadapan dengan toko ice cream.  Awalnya saya ragu untuk membelinya, tapi melihat banyak pembeli yang menggunakan jilbab dan penjual ice cream juga menjelaskan kepada saya mana ice cream  yang menggunakan rhum atau tidak, akhirnya saya membelinya. Bismillah ajalah yaa... Harga satu scoop ice cream only HKD 55 atau setara dengan 100 ribu rupiah saja. Hikss,,mahal amat, kalau di Medan sudah bisa dapat 8 jenis tuh.
 

Setelah merasa cukup puas mengelilingi the peak, kita memutuskan untuk pulang. Karena perginya naik bus pulangnya kita harus merasakan sensasi naik tram.
Dari hasil surfing gambar-gambar dan cerita di internet, saya tertarik sekali untuk naik The Peak Tram. Jadi kami memutuskan pulangnya akan naik trem ini. Setelah bayar pakai Octopus Card bersama-sama turis yang lain siap-siap merasakan naik trem kuno ini. Bayangannya, saya akan naik trem tua di lintasan yang meliuk-liuk dengan pemandangan indah di sekitarnya pokoknya seperti Katon Bagaskara di Video Clip Negeri Di Awan deh he he he. Tapi yaiks..lagi-lagi meleset..karena kita naik waktu pulang, jadi jalannya mundur. Sempat terpikir di satu titik mungkin tremnya akan memutar, ternyata sampai perjalanan berakhir tremnya tetap jalan mundur. Lintasannya ternyata tidak meliuk-liuk tapi lurus dari atas ke bawah dan perjalanannya tidak lama hanya 7 menit. Jadi waktu sampai di terminusnya masih bengong, yaelah ternyata “cuman” segini aja rasanya naik trem terkenal seantero Hongkong (he he he).



Avenue of Star /Garden Of Star

Apa sih sebenarnya Avenue of Star itu?
Jadi,,, avenue of star adalah adalah sebuah tempat/taman yang berisi mulai dari patung orang orang terkenal yang berkutat di dunia film Hong kong, cetakan tangan beberapa Aktor terkenal,  dan juga ilustrasi kartun dari bintang film terkenal (kayak walk of fame gitulah). Nah, salah satu patung yang sangat ikonik, yaitu patung Bruce Lee dan patung Anita Mui yang berdiri di sebelahnya. Biasanya patung Bruce Lee yang fenomenal dan cetakan tangan  artis-artis ini berada di Avenue of Star tempat biasa kalau nonton Simpony of Light, tapi karena saat ini masih dalam perbaikan maka untuk sementara dipindahkan ke Garden of Star.

Tapi kalau kita gak begitu suka dengan artis Hongkong, taman ini mungkin bukan apa-apa, cuma taman yang menarik buat foto-foto. Kabar baiknya untuk masuk ketempat ini kita tidak memerlukan tiket masuk alias free dan tersedia fasilitas air minum isi ulang (yang terlihat oleh saya ada tiga).

Dari Garden of Star berjalan lurus ke arah laut, terdapat Tsim Sha Tsui Promenade, pemandangan yang terlihat  adalah deretan gedung-gedung bertingkat yang berada di Hongkong Island. Berjalan ke kanan terdapat Play Ground  buat anak-anak. Dan bisa ditebak kami berada lebih lama di area ini  menunggu anak-anak bermain. Satupun ga ada yang mau beranjak, padahal setelah ini emaknya berencana sholat di Mesjid Kowloon dan setelahnya berbelanja di  Ladies Market. Tapi anak-anak lebih punya power ketimbang emaknya. Si ayah bilang, udah biarin aja mereka puas main-mainnya, ga kesana juga gak apa-apa, kita sholat di hotel aja. Makjleb...iya deh.. si emak ngalah..buru-buru ambil tissue.

How to get there :
Naik MTR dan turun di East Tsim Sha Tsui. Lalu ikuti petunjuk yang ada menuju exit P1. Kemudian naik lift menuju Podium Level.











Senin, 09 Juli 2018

Mendarat di Hongkong International Airport

Hongkong dan Macau sebenarnya tidak pernah  ada dalam daftar destinasi yang sangat saya impikan. Pengennya sih ke Jepang,, namun rencana berubah ketika saya dan suami melihat ada tiket promo penerbangan ke Hongkong dengan menggunakan Malaysia Airlines yang membuat kami langsung membeli tiket. Seperti biasa, beli tiket dulu, berpikir, dan menabung kemudian,, wkwkwkwk...

Setelah beli tiket Kuala Lumpur - Hongkong baru mikir,, lha dari medannya naik apa? Perburuanpun dilanjutkan, Alhamdulillah si Low cost carrier Air Asia juga lagi mengeluarkan promonya sehingga total harga tiket KNO - KUL - HK - KUL - KNO hanya 2,1 juta per-orang.  Normalnya bisa sampai 4 jutaan per orang (dengan catatan KUL - HK nya dengan Malaysia Airlines).

Kenapa harus naik MAS, khan AA jauh lebih murah? Karena anak-anak sekarang udah pintar protes. Apalagi dengan penerbangan selama 4 jam kalau tidak ada hiburan di pesawat takutnya mereka akan bosan. Dengan MAS anak-anak bisa nonton film atau dengerin musik untuk menghilangkan kebosanan dan juga ada suply makanan tentunya.

Sesuai rencana awal, sebelum ke Hongkong kami akan stay di Kuala Lumpur selama 2 malam karena ada beberapa obyek wisata yang pengen kita datangi.  Postingan khusus Kuala Lumpur akan saya ulas tersendiri. 

Perjalanan ke Hongkong

Jadwal penerbangan kami awalnya pukul 14.00 dan perkiraan sampai di Hong Kong International Airport (HKIA) adalah pukul 17.50 dengan waktu tempuh 3 jam 50 menit dan tidak ada perbedaan waktu dengan Kuala Lumpur. Namun, pada saat check in ada pemberitahuan kalau pesawat delay kurang lebih 1,5 jam sehingga sampai di Hongkong hari udah malam.

Begitu mendarat, hal pertama yang harus dilakukan adalah menuju  ruang imigrasi.  Untuk menuju ruang imigrasi, kita turun kebawah satu lantai menggunakan eskalator lalu naik kereta (Automated People Mover) untuk berpindah ke imigrasi hall  dan  antrean panjang langsung menyambut di ruang imigrasi. Walau antrean mengular, tapi sangat tertib  dan rapi. Petugas imigrasi tidak akan mencap paspor kita, tapi akan diberikan immigration receipt berupa print out yang akan diminta kembali ketika kita meninggalkan hongkong. Jadi jangan sampai hilang yaa..

Oh,iya setiap turis yang datang ke Hongkong akan diukur suhu tubuhnya menggunakan thermometer infrared. Jadi, pastikan kondisi badan fit kalau hendak kesini supaya urusannya lancar. Langkah berikutnya adalah ke ruang pengambilan bagasi. Jangan lupa untuk untuk melihat di layar monitor, di belt nomer berapa kita harus mengambil koper kita.
Keluar ruang pengambilan bagasi, kami membeli kartu sakti yang akan dipergunakan sebagai alat pembayaran selama di Hong Kong, yaitu Octopus Card yang dapat dibeli di counter penjualan tiket Airport Express (MTR), dari pintu keluar ruang pengambilan bagasi, berjalan kearah kanan dan tidak jauh, terlihat jelas counternya. Kartu ini semacam kartu EZ Link di Singapura, kalau di Indonesia kayak e-Cash gitu. Bisa digunakan saat menaiki MTR, bus, ataupun transportasi publik tertentu, serta bisa digunakan untuk berbelanja disemua toko/outlet/mall/Seven Eleven/supermarket yang memiliki tanda khusus. 

Harga perdana Octopus Card ini adalah 150 HKD untuk dewasa, 100 HKD merupakan kredit dan 50 HKD Deposit. Deposit dan sisa kredit (jika ada) nantinya akan dapat di refund lagi ketika kartu tersebut dikembalikan  dengan dipotong 9 HKD.
Octopus card sudah ditangan, jangan buru-buru ke terminal bus nya, di sekitar counter penjualan tiket Octopus Card ini ada counter tourism HongKong, jadi mampir dulu buat ambil peta disana. Termasuk peta dan brosur tempat-tempat wisata juga ada disana. Saya langsung ambil peta dan brosur-brosur yang kira-kira perlu. Jangan lupa ambilnya yang berbahasa Inggris, soalnya yang lainnya huruf Cina semua he..he.. Setelah peta didapat, baru kita menuju terminal bus atau biasa disebut bus terminus. Saat tiba di terminal busnya kami langsung menuju halte pemberhentian bus A11. Karena memang akan naik bus A11 dari HKIA menuju hotel di Causewaybay. Kami memesan Butterfly on Morrisson Hotel yang berada di 39 Morrisson Hill Road. Kenapa saya memilih hotel didaerah Causewaybay, karena posisinya sangat dekat dengan Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre yang terkenal dengan kantin yang menyediakan dimsum halal terenak di Hongkong. Selain itu juga banyak warung masakan Indonesia disekitar causewaybay ini sehingga urusan perut dipastikan aman.
Lokasi bus terminus sangat mudah ditemukan, dari pintu keluar tempat pengambilan bagasi berjalan menuju kearah kanan, jalan terus kemudian belok kiri (ikuti petunjuk jalan), kemudian belok kanan (jalan menurun), sekitar 100 meter akan terlihat bus terminus (sebutan untuk halte bus) dengan rute menuju berbagai wilayah di Hong Kong. Bus stop kemudian dibedakan antara tujuan Kowloon di sebelah kiri dan tujuan causewaybay di sebelah kanan.

Saat tiba dihalte bus stop A11, ternyata antriannya lumayan panjang.  Namun, enggak sampai 10 menit bus A11 pun datang. Saat naik bus kita cukup menempelkan octopus card pada mesin yang tersedia didekat supir sebagai sarana pembayaran tiket busnya. Tarifnya 40HKD untuk dewasa dan HKD20 untuk anak-anak. Setelah masuk kita bisa meletakkan koper kita ditempat yang telah disediakan persis dibelakang kursi supir. Oya bus di Hongkong rata-rata bertipe double decker, jadi terdiri dari 2 lantai. Ga perlu takut kopernya hilang, karena dilantai atas bus ada layar cctv yang mengarah ke tempat penyimpanan koper jadi aman dan kita tetap bisa memantau keberadaan koper kita walau duduk dilantai 2. Memang sebaiknya duduk dibagian atas bus, karena viewnya lebih keren apalagi kalau duduk didepan kita bisa menikmati pemandangan kota HongKong selama perjalanan.

Perjalanan bus dari HKIA ke Causewaybay kurang lebih 1 jam. Menurut informasi yang saya baca, untuk turun kita tidak perlu khawatir kebingungan karena ada petunjuk digital yang menjelaskan pemberhentian selanjutnya. Tetapi selama didalam bus saya tidak melihatnya. Akhirnya kita informasikan ke pak supir untuk menurunkan kita di pemberhentian 12 tonnochy road, hennessy road.

Dari halte bus stop ini sebenarnya  bisa berjalan kaki kira-kira 7 menit menuju hotel, berhubung udah malem, udah pada lelah dan mengingat harus menggeret 2 koper beserta printilannya, belum lagi adek Katniss yang minta digendong maka kita putuskan untuk mencari taksi.  Alhamdulillah,, akhirnya  bisa merebahkan diri. Waktunya istirahaaatttt.....

Jumat, 13 April 2018

Celoteh Katniss

Semut gagal

Bunda dan Katniss lagi bermain ABC lima dasar. Gak penting hurufnya apa yang jelas harus nama hewan, karena adek Katniss belum mengenal huruf.

Bunda    : ABC Lima daaasaarr. A,B,C,D,,,,,,,,,S. Semut
Katniss  : Semut gatal
Bunda   : ?????? Mana ada semut gatal dek?
Katniss  : Ada lho nda...yang gigit adek (sambil garuk-garuk bahunya)
Bunda    : ????? Masih gak ngeh dan melirik bang Akhdan yang juga menyimak pembicaraan kami
Katniss  : Yang kita main-main ditaman, adek digigit semut gatal
Abang   : Ooo,, semut rangrang nda...
Katniss  : Iyaa, semut rangga (dengan ekspresi polosnya) Kayak nama kawan abang
Bunda & abang : Ngakak seketika..
Bunda    : Bukan semut gatal atau semut rangga dek, tapi semut rangrang
Katniss  : Ooo,, semut rangrang

Kritikan Katniss

Sebelum tidur malam hari Katniss biasanya selalu  minta dibacakan buku. Kali ini buku yang berjudul "Aku Anak Pemberani".

Bunda    : Sebelum membaca, kita baca Bismillah dulu ya dek..
Katniss  : Bismillahirrahmanirrahim
Bunda   :  Mulai membacakan buku, dan tiba di halaman 24.
                Saliha tiba dirumah, Assalammualaikum,,, kata Saliha. Eh, Saliha udah pulang,
                baru  aja  mau ibu  jemput (bercerita dengan gayanya bunda)
Katniss  : Eh,, kenapa ibunya gak jawab Waalaikumsalam. Khan kalau ada yang bilang
                Assalammualaikum kita harus jawab Waalaikumsalam.
                Nanti bedosalah ibunya.
Bunda   : Terdiam sesaat dan mencari alasan.
                Oh, bundanya udah jawab salam Saliha tadi dek, tapi dalam hati.
Katniss  : Iyaa,, khan nanti ibunya bedosa gak jawab salam...bla..bla...bla...
                (mengulang penjelasan  panjang lebar karena menurutnya ibu Saliha  salah)
Bunda   : Mendengarkan dengan hikmat. (Berasa lagi dinasehati orang tua....)
                Ternyata memori anak-anak itu luar biasa, katniss ingat apa yang kami
                ajarkan kepadanya.
                Perlu protes juga ni ke penerbit bukunya, minta diedit redaksinya. hehehe...


Laporan dari Umi

Katniss  : Lagi memakai baju lengan panjang. Mi,, tolong gulingkanlah mi.
Umi       : ????? Apa yang mau digulingkan dek?
Katniss  : Ini lho mi.. sambil nunjukkin bajunya..
Umi       : Ooooo,,, itu bukan diguling dek, tapi di gulung (sambil ngakak)
Katniss  : Tetiba nangis karena diketawain..

Mandi

Katniss lagi mandi di kamar mandi, tapi cipratan airnya membuat areal diluar kamar mandi ikutan basah dan banjir.
Ayah : Dek,, yang benerlah mandinya. Lihat, lantainya basah semua.
Katniss ; Yah..yah... namanya juga mandi pakai air ya basahlah.
Ayah  : ??!#$@%%!!^^&4(#@%

Kosa Kata Katniss

Pura - Pura = Kulak - kulak
Puasa         =  Kuasa
Wortel       =  Totel
Bolak balek = Balek bolak
Percaya    =  Berjaya

Sebenarnya masih banyak celoteh Katniss yang sering buat kami tertawa, dan kami semua sangat menikmatinya. Hitung-hitung hiburan gratis. Demikian secuil cerita dari adek Katniss.
Selamat Pagi..


Selasa, 10 April 2018

Berjualan di Market Day Sekolah

Dua minggu terakhir Akhdan bercerita kalau disekolahnya telah beberapa kali diadakan market day, dimana yang menjadi penjual adalah murid kelas 3 yang telah mempelajari materi tentang konsep uang dan mengenal pecahan uang, sedangkan pembelinya adalah seluruh warga sekolah termasuk bapak/ibu guru. Barang yang boleh diperjualbelikan adalah makanan, minuman, atau hasil kerajinan tangan yang harganya tidak boleh lebih dari Rp. 4000 sesuai dengan jajannya anak-anak.
Kemarin, Senin tanggal 9 April adalah jadwal kelas 3B yaitu kelasnya Akhdan setelah sebelumnya kelas lain kemudian hari Selasa dan Kamis akan diikuti oleh kelas 3A dan 3E. Akhdan sangat bersemangat untuk mengikuti market day ini. Jauh hari dia sudah memikirkan apa yang akan dijual nantinya padahal jadwal market day untuk kelasnya belum ditentukan.. 

Awalnya Akhdan pengen jualan yang gurih-gurih seperti nugget, sosis dan sejenisnya. Karena menurut pengamatannya setelah melihat beberapa teman dari kelas lain berjualan, yang paling laris itu gorengan kayak nugget gitu lho ndaa,, katanya padaku. Ayah yang mendengar cerita Akhdan langsung menimpali kalau sukses tidaknya berjualan bukan hanya ditentukan oleh barang yang kita jual aja lho bang, tetapi juga dipengaruhi kemampuan/keaktifan kita untuk menawarkan/mempromosikan barang dagangan itu sendiri, plus tampilan dari barang dagangan serta penjualnya juga. Contohnya kalau abang jualan tapi bajunya gadel atau jorok khan gak akan ada yang mau beli barang dagangan abang. Atau abang jualan tapi gak aktif cuma letakin dagangannya di meja  dan hanya menunggu pembeli yang datang, pasti jualannya kurang laris. Akhdanpun terdiam dan mulai mencerna kalimat ayahnya...

Sayapun gak kalah semangat dari Akhdan, seolah-olah akan  mendapat orderan gede. Hehehe... Maklumlah uda lama gak menjual olahan dapur sendiri. Kalau jual nugget pisang aja gimana nak? Nuggetnya dikasih berbagai macam topping, khan lagi ngetrend tuh.  Maulah nda,, tapi Akhdan ga bisa ngasih toppingnya nanti. Gampaaaang, itu bisa kita pelajari, sebelum berjualan abang praktek dulu di rumah kata saya.

Jumat sore sepulang sekolah Akhdan bercerita kalau market day di kelasnya akan diadakan di hari Senin. Sebenarnya ibu guru juga sudah mengumumkan di group WA orang tua murid. Alhamdulillah dalam hati  karena bundanya bisa mempersiapkan semuanya dihari minggu. Tapi Akhdan berubah pikiran, gak jadi jualan nugget dan diganti dengan donat. Donatnya juga pakai topping, requestnya harus ada tiramisu dan green tea.
Minggu sore donat sudah saya goreng, jadi senin pagi hanya tinggal memberi topping. Saya dan Akhdan telah sepakat untuk menjual donatnya dengan harga Rp. 2000/buah dan Rp. 3000 untuk dua buah.  Sebelum berangkat sekolah saya dan suami memberikan simulasi kepadanya, misalnya jika ada yang mau beli donat 2 buah uangnya Rp 10.000. Berapa uang yang harus abang kembalikan ke pembeli? atau uangnya Rp 5000 hanya membeli 1 buah, berapa kembaliannya? Dan seterusnya... Tak lupa saya juga telah menyiapkan dompet yang berisi uang pecahan Rp. 1000, Rp. 2.000 dan Rp.5000 untuk uang kembalian.

Lalu berhasilkah Akhdan menjual barang dagangannya?
O,iya market day dimulai sekitar pukul setengah 9, wali kelas mengirim foto kegiatan anak-anak di group WA pada pukul 8.50. Saya melihat dagangan Akhdan tinggal 7 buah. Dua puluh menit  kemudian wali kelas mengirim sebuah video. Melihat video tersebut buat saya ketawa sendiri, melihat anak lajang kami menawarkan dagangannya dengan suara yang keras ditambah lagi gayanya yang memakai tas tempat uang yang diselempangkan  sedangkan teman-temannya pada kalem-kalem.  Alhamdulillah jualannya lariss manis. Proud of you son!!
Terima kasih buat pihak sekolah yang telah memberi kesempatan kepada anak-anak untuk  belajar mengaplikasikan kemampuan matematis dan  ketrampilan komunikasi secara langsung. Walaupun dari beberapa cerita orang tua murid, sebelum market day diadakan anak-anaknya udah deg-degan dan khawatir duluan. Takut nantinya gak bisa ngitung uang kembalian pembeli, bingung harus ngomong apa nantinya pas jualan, khawatir jualannya bakal gak laku, bahkan ada yang gak mau sekolah. Apapun itu kegiatan ini telah memberi pengalaman baru buat anak-anak khususnya buat Akhdan dalam mengasah ketrampilan marketing dan menumbuhkan semangat entrepenerurshipnya. Semoga kegiatan ini menjadi pelajaran berharga yang dapat menjadi bekal di masa yang akan datang. Amin...

Pulang dari market day uang hasil jualan diserahkan Akhdan ke saya dengan embel-embel Akhdan dapat bagian juga ya ndaa,,, khan udah capek jualan. Hmmmm,,, kalau begini mah bundanya yang tekor. Bakal gak balik modal. Hehehe.... Gak apalah, yang penting Akhdan dapat mengambil semua pelajaran positif dari kegiatan ini bahwa proses mendapatkan uang itu butuh perjuangan, keuletan,  kesabaran, keberanian dan  kesabaran.


Senin, 02 April 2018

Cerita Weekend

Tanggal 30 Maret kemarin adalah tanggal merah yang bertepatan dengan hari Jum'at.  Yeaayy,, berarti long weeekend donk?? Waktunya istirahat dari rutinitas kerja dan mencari tempat untuk  menenangkan pikiran dengan jalan-jalan. Mmmmm, tapi mau kemana? Kalau seputaran Medan kayaknya ga ada lagi tempat yang perlu dieksplore. Pengen yang searah dengan Tebing Tinggi sih supaya kita juga bisa ke rumah nenek. Uda lama banget gak kesana.

O,iya baru ingat kalau di daerah Siantar ada satu tempat wisata yang belum kita kunjungi. Namanya pemandian alam Aek Manik atau Bah Damanik. Telat banget ya??? Padahal ini tempat sudah terekspose oleh media  kira-kira 3 tahun belakangan. Oke.. Mari kita susun rencana. Jadiii,, rencananya kita berangkat kerumah nenek Jumat pagi dan pulang Minggu pagi. Trus kapan ke Aek Maniknya? Sabtu pagi kita akan kesana, karena jarak dari Tebing ke Sidamanik hanya sekitar 1,5 jam otomatis kita bisa pulang pergi. Kami perginya tidak hanya berempat tetapi membawa nenek, adik dan sepupu saya serta satu ponakan, jadinya ramee..

Pemandian Aek Manik / Bah Damanik

Pemandian Aek Manik atau Bah Damanik ini terletak di desa Huta Lama Manik Maraja Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Tidak begitu jauh dari Kota Siantar hanya berjarak 20an kilometer dengan jarak tempuh sekitar 40 menit. Kalau dari Tebing Tinggi sekitar 1,5 jam untuk bisa menuju lokasi ini.

Gimana akses ke lokasi?
Untuk menuju Aek Manik ini arah perjalanannya sama aja dengan kalau kita berwisata ke kebun teh damanik. Kalau kita berangkat dengan mobil pribadi dari Medan,  dapat menuju Siantar, setelah sampai di Siantar lanjutkan perjalanan ke arah tujuan Parapat. Terus nanti ada pertigaan (simpang yang ada Pom Bensin) kita belok ke kanan. Sebelum pertigaan ada kok plang warna Hijau yang nunjukin arah menuju Sidamanik. Kita ikutin terus jalannya, sampai ke pekan Sidamanik, setelah sampai Pekan Sidamanik belok ke arah kanan tepan di depan pekan tersebut ada gang kecil yang cukup dilalui untuk mobil namun tidak cukup untuk bus pariwisata. Melewati perkampungan dan rumah-rumah warga, dan sampai di pertigaan ada penduduk setempat yang menanyakan tujuan kami, kemudian dengan senang hati menunjukkan lokasi tersebut.

Biaya Masuk?
Retribusi masuk ke pemandian ini sebesar Rp. 5.000,- untuk orang dewasa dan anak - anak dikenakan sebesar Rp. 2.000,- dan Rp. 25.000,- untuk jasa penyewaan pondok atau tikar.  Dari semua biaya yang kita keluarkan tadi, kita sudah dibebaskan dari biaya penyewaan rakit, ban untuk berenang dan juga biaya kamar mandi dan ruang ganti.  Murah banget khan? Justru yang mahal itu adalah biaya parkir. 15 ribu sodara-sodara!!

Untuk memasuki pemandian kita melewati puluhan anak- anak tangga. Turunnya sih biasa aja,, tapi pas naiknya sangat berasa buat saya. Mungkin faktor U mempengaruhi ya? Dan ternyata sudah banyak orang yang berenang-renang. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kita di pemandian alam Aek Manik ini. Jika dilihat-lihat pemandian ini seperti kolam di tengah-tengah hutan. Karena banyak pohon-pohon yang menjulang tinggi. Airnya terlihat biru, jernih dan sejuk pastinya.
Sayapun langsung menyewa pondok untuk meletakkan barang-barang. Anak-anak udah gak sabar pengen nyebur, setelah mengganti pakaian mereka langsung ke kolam. Ayah mengawasi Katniss, sedangkan Akhdan dan Azzan diawasi tantenya. Nenek hanya duduk di pondok, sedangkan saya hanya sebagai juru foto.

Ada semacam rakit ala2 yang bisa dijadikan mainan serta dua buah ban yang bebas digunakan. Akhdan senang banget main rakit, sebuah pengalaman baru buatnya. Walaupun beberapa kali rakitnya  kelelep dan dia jatuh tetep kekeh untuk naik lagi. Anak-anak berenang tidak lama karena airnya dingin banget, takutnya nanti masuk angin. Selain itu ada satu destinasi lagi yang akan kita kunjungi yaitu Kebun Binatang, requestnya adek Katniss. Pengen lihat binatang-binatang Ayah (Versi Katniss)
Setelah main air, semuanya pada kelaparan. Jam juga uda menunjukkan waktunya makan siang. Merekapun makan dengan lahapnya makanan yang dimasak oleh nenek tercinta. O,iya bagi teman-teman yang tidak bawa bekal, gak usah khawatir kelaparan karena memang pasti akan lapar kalau udah main air apalagi udaranya cukup dingin. Ada beberapa warung yang menyediakan makanan hangat dan fresh from dapur ibu penjual seperti miso, bakso, mie goreng, goreng pisang, dan berbagai minuman.

Selagi menunggu ayah beberes, saya melihat banyak orang yang berjalan menuju arah belakang melewati parit-parit dan pepohonan di ujung. Rasa penasaran saya muncul. Saya ikuti aja orang-orang yang berjalan ke arah sana, ternyata ada spot menarik juga yang letaknya bersebelahan dengan Aek Manik ini. Namanya Aek Simatahuting, pemandiaannya sudah dikolam-kolamin. Ketika saya mencoba lebih dekat ke arah kolam, ada anak-anak yang menghadang saya. Katanya kalau mau masuk harus bayar Rp. 2000 bu'? Karena saya tidak membawa uang maka cukup puaslah melihat dari jarak 30 meter.

Kebun Binatang Siantar

Sekitar jam 1-an kita meninggalkan Aek Manik menuju Kebun Binatang Siantar. Jalan Utama memasuki Kebun Binatang ini sangat padat. Mungkin karena long weekend sehingga banyak yang berwisata kesini, pikir saya saat itu. Tapi seingat saya, beberapa kali kesini pas tanggal merah tidak pernah secrowded ini. Pertanyaan yang ada di hati saya terjawab ketika kami akan membeli tiket di dekat pintu masuk. Ternyata banyaknya masyarakat berbondong-bondong ke kebun binatang ini  karena dapat masuk secara gratis dengan kartu tertentu yaitu kartu pasangan salah satu calon yang hendak mengikuti pilkada tahun ini. Pantesan ajaaaaa....

Tidak semua kawasan kebun binatang ini kita jelajahi, karena ga nyaman banget lihat binatang harus berdesak-desakan. Setelah melaksanakan sholat di mushola yang terletak dekat pintu keluar, kamipun segera meninggalkan tempat ini dan langsung pulang. Gak sampai 10 menit keluar dari kebun binatang hujanpun turun dengan derasnya. Alhamdulillah gak sampai kehujanan.
 

Minggu, 25 Maret 2018

Keliling Bangkok - Pattaya (Day 5)

Kamis
11 Januari 2018

Target hari  ini  adalah mengunjungi tiga tempat wisata sekaligus yaitu Noong Nooch Tropical Garden, Silver Lake,  dan Laser Buddha. Setelahnya kami akan kembali ke Bangkok. Ketiganya masih terletak dalam 1 area yang masih berdekatan, namun lokasinya lumayan jauh dari  Pattaya tepatnya  di arah Jalan Sukhumvit Road. Karena letaknya yang jauh dan tidak ada akses transportasi langsung menuju kesana, berhubung kita juga bakal langsung ke terminal bus Pattaya setelahnya, maka kami memutuskan untuk menyewa taksi. Jadi pagi-pagi langsung check out dari hotel dan barang-barangnya bisa diletakkan di bagasi taksi. Nah, kalau ini menjadi tugas suami, pagi-pagi suami telah keluar hotel untuk mencari tempat persewaan taksi dan membeli sarapan pagi buat kami. Sarapannya dapat, taksinya juga dapat dengan harga 1000B untuk tiga tempat tersebut. Janji dengan supir taksi dijemput pukul 09.00 pagi. Jadi, saya masih punya waktu untuk memastikan perut anak-anak aman terkendali. Ternyata sarapan yang dibeli suami porsinya besar-besar jadi saya sisihkan sebagian untuk bekal makan siang anak-anak takutnya susah untuk mencari makanan halal disana.

Noong Nooch Tropical Garden

Perjalananan pagi ini diawali dengan mengunjungi Noong Nooch Tropical Garden. 
Kayak apa sih Noong Nooch Tropical Garden ini? Kayak gini nih...
Sesuai dengan namanya yaitu taman, Noong Nooch adalah sebuah taman tumbuhan tropis terbesar di Asia Tenggara dengan luas hampir 600 hektar, pastinya butuh waktu seharian jika ingin mengeksplore semua tempat disini. Selain aneka taman, disini juga kita bisa menyaksikan elephant show, thai cultural show, berkeliling naik gajah, berfoto dengan harimau, ular, atau burung kakak tua (tentunya tidak gratisan) dan banyak banget replika patung binatang (nah, yang ini baru gratis). Jarak dari Pattaya ke Noong Nooch lumayan jauh sekitar 17 km atau sekitar 30-40 menit perjalanan. 

Untuk memasuki kawasan wisata ini kita harus membeli tiket terlebih dahulu. Berhubung  saya sudah membeli tiket secara online websitehotel2thailand, jadi cukup hanya menunjukkan print out tiket online yang telah saya beli untuk ditukar dengan tiket masuk. Tiket sudah termasuk untuk menyaksikan Thai Cultural Show dan Elephant Show. Kebetulan kita masuk 30 menit sebelum pertunjukan show dimulai, jadi masih bisa buat foto-foto dulu.
Puas berfoto ria, kamipun berjalan ke tempat pertunjukan kebudayaan Thailand (Thai Cultural Show). Shownya diadakan setiap 1,5 jam sekali. Selesai pertunjukan kebudayaan Thailand, pengunjung diarahkan ke open theater untuk menonton pertunjukan gajah. Ditempat ini para gajahnya akan menunjukkan kebolehannya berjoget, bermain bola, melukis, nembak balon dengan panah, berhitung, dan sebagainya. Gajah-gajah disini juga pada pintar-pintar, bisa bedain uang dan makanan. Kalau ada pengunjung yang kasih uang ke belalainya dia akan kasih ke pawangnya, dan kalau kita kasih pisang dia tarik pisang itu pakai belalainya untuk dimasukkan ke mulut. hehehe... Pantaslah kalau Thailand dikenal dengan sebutan negeri gajah.

Anak-anak juga sangat senang berada disini. Cocok banget yang mau bawa keluarga untuk berwisata kesini. Tapi waktu belalainya mendekati tempat duduk penonton banyak yang menjerit termasuk saya (hehehe...) apalagi ayah yang lagi gendong dek Katniss. Langsung deh ngacir. Bau katanya dan terkadang ketika gajahnya berteriak air liurnya nyiprat ke penonton.
Selesai dari show gajah, kita keluar dari arenanya dan melihat ada banyak kios menjual aneka makanan, aksesoris, oleh-oleh, hingga baju yang dilukis oleh gajah. Kita sih gak beli, cuma liat-liat doang. Ternyata abang Akhdan masih belum puas berinteraksi dengan gajahnya dan minta naik keliling gajah. Untuk berkeliling dengan gajah dikenai tarif tertentu, saya lupa berapa harganya.

Selagi ayah dan bang Akhdan naik gajah, saya dan Katniss mencari tempat duduk untuk mengisi energi dengan bekal yang dibawa tadi sebelum mengekspoler tempat ini lebih lanjut. Gak mau capek jalan kaki muterin Nong Nooch yang segitu luasnya, kami kemudian naik bus khusus yang mengantarkan pengunjung berkeliling. Bus ini akan berhenti di taman-taman tertentu. Harganya 100 Baht /orang. Adek Katniss gak bayar...asiikkk...
Bus berhenti di  taman dinosaurus. Penumpang dipersilahkan turun untuk berfoto-foto, dan supir bus menunggu di tempat yang telah ditentukan.
Tak terasa sudah 4 jam kita menghabiskan waktu disini, namun area yang dijelajahi 50%nya juga belum karena saking luasnya. 

Nong Nooch Tropical Botanical Garden
Km. 163, Sukhumvit Road (Highway 3), Pattaya 21180, Thailand
Open : 8AM - 6 PM


Silver Lake Vine Yard

Destinasi selanjutnya adalah Silver Lake Vine Yard. Silver Lake adalah perkebunan anggur bergaya Eropa yang dibangun oleh seorang artis terkenal Thailand.  Lokasinya cuma 10 menit dari Noong Nooch Tropical Garden. Ada 2 bagian area di Silver Lake ini, bagian pertama bangunan bertuliskan Silverlake Villagio yang merupakan toko tempat penjualan aneka olahan makanan dan minuman dari anggur, dan sampai sini masuknya gratis. Yang kedua adalah taman ala negara Belanda dengan kincir anginnya yang khas dan hamparan bunga warna warni, pabrik pengolahan anggur, dan kebun anggurnya. 
Untuk menuju areal kedua kita diharuskan ikut paket tour wisata dengan menaiki mobil wisata sejenis odong-odong kalau di Medan. Kami membayar paket tour seharga 380 Bath untuk empat tiket yang akan ditukarkan dengan 4 botol kecil jus anggur. Tour diawali di tempat pemberhentian pertama, yaitu kebun bunga beserta kincir anginnya dan kita diberi waktu sekitar 10 menit untuk berfoto disini.
Setelah semua peserta tour selesai berfoto, kami melanjutkan tour ke tempat pemberhentian kedua, yaitu taman yang banyak bentuk hati dan ayunannya.
Tour berlanjut ke tempat pemberhentian terakhir, yaitu pabrik pengolahan anggur. Selama perjalanan ke pabrik pengolahan anggur ini kita melewati kebun anggur yang berada di sebelah danau, tapi pohon anggurnya gak ada yang berbuah. Mungkin baru habis panen kali ya? Nah, ditempat inilah kita bisa menukarkan tiket dengan jus anggur.
Tips buat yang mau kesini di siang hari, jangan lupa bawa payung atau topi dan minuman karena  sinar matahari akan terasa sangat menyengat. Saran saya untuk datang kesini antara jam 4 sampai jam 6 sore jadi tidak terlalu panas.

Big Budha / LaserBudha






















Wisata terakhir yang kita kunjungi adalah laser Budha. Terletak bersebelahan dengan Silver Lake.  Untuk masuk kawasan ini GRATISS, tidak dipungut biaya apapun. Cukup masuk langsung dari pintu utamanya dimana kita akan temui sebuah bangunan kecil tempat umat Budha melaksanakan ibadah. Setelah melewati tempat ibadah tersebut, maka akan dijumpai halaman terbuka yang sangat luas untuk menuju ke gunung laser Budha tersebut.

Waktu menunjukkan pk 17.00 pada saat kami selesai mengunjungi Big Buddha, akhirnya karena sudah sore juga, kami memutuskan untuk langsung diantar ke Terminal Bus Pattaya. Sampai di terminal pk 18.00 dan langsung membeli tiket dengan harga yang sama pada saat kami datang. Sesampainya di terminal Bangkok, kami segera  mencari taksi untuk mengantar ke hotel. Untuk malam terakhir ini kami sengaja mencari hotel yang dekat dari bandara karena esok pagi kita harus pulang dan liburan selesai.

Sekian sedikit cerita  perjalanan Bangkok dan Pattaya dari keluarga kami. 
Semoga bermanfaat.