AKU BUKAN PENULIS APALAGI SASTRAWAN, TAPI AKU HANYA INGIN BERCERITA

Kamis, 24 November 2016

Untuk apa sih travelling?

Kemarin, ketika saya lagi serius melototin webnya salah satu maskapai penerbangan, tiba-tiba  ada temen yang nanya,  koq suka banget sih traveling? Untuk apa, khan buang uang, buang tenaga, buang waktu, apa coba yang didapat?
Pertanyaan itu bukan yang pertama kali ditujukan kepada saya, terkadang saya sendiri juga  bingung kenapa ya senang travelling? Banyak banget alasannya, sehingga tak bisa diuraikan dengan kata-kata (sok lebay..), tapi harus dirasakan langsung. Bahkan orang yang merasakannya langsungpun belum tentu memiliki perasaan yang sama akan kesenangan travelling ini.

Yang pasti banyak hal baik yang bisa kita ambil dari setiap perjalanan.

Karenaa…
Travelling itu,,,
Bukan hanya soal destinasi
Bukan hanya soal gaya hidup
Bukan hanya sekedar cara untuk bersenang-senang
Bukan tentang perlombaan siapa paling cepat atau paling banyak mengunjungi sejumlah tempat
Bukan pula cara untuk mengumpulkan  foto dan rekor

Tapi,, travelling bisa mengajarkan banyak hal

Belajar bersyukur, bersyukur atas segala nikmat yang kita terima sampai saat ini, nikmat umur, nikmat rezeki, nikmat sehat, sehingga kita bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan menikmati keindahan-keindahan  ciptaaan Nya.

Belajar mengenal diri sendiri,  mengenal seberapa kuat kaki ini bisa melangkah untuk melakukan perjalanan tersebut, belajar memahami  keinginan dan kebutuhan diri, mengenal apa yang kita suka atau tidak sukai.

Belajar mengatur keuangan, karena kalau gak bisa ngatur uang gimana bisa beli tiket hotel  dan tiket pesawat?

Belajar mengatur waktu, kapan bisa ambil cuti, naik pesawat jam berapa, berapa lama di perjalanan, sampai di tujuan jam berapa, karena itu semua butuh dipikirkan dengan baik apalagi yang travelling bawa anak seperti kami.

Belajar memecahkan masalah, karena tidak semua perjalan akan berjalan mulus sesuai dengan yang kita rencanakan. Banyak hal yang bisa terjadi, ya ketinggalan buslah, tiba-tiba sakit, obyek wisata yang dituju tutup, dan lain-lainnya. 

Belajar bekerjasama, karena saya travellingnya bersama keluarga ya bekerjasama dengan suami .  Kerjasama antara suami dan istri itu mutlak diperlukan kalau travelling dengan anak-anak. Jadi, kalau si adek tiba-tiba rewel, udah taulah berbagi tugasnya seperti apa.

Belajar sabar, terlebih sabar untuk menahan emosi, karna dalam setiap perjalan banyak hal yang dialami mulai dari yang menyenangkan sampai dengan yang menjengkelkan. 

Belajar membuat perencanaan yang baik, buat kami yang travellingnya gak pake jasa tour maka segala sesuatunya harus dipersiapkan  dengan matang, butuh proses  persiapan yang panjang dan tidak mudah. Mulai dari informasi penerbangan,  pake transportasi apa, nginap dimana, kondisi kota/negara tujuan  bagaimana, apa yang musti disiapkan, dan segala tetek bengek lainnya yang semuanya akan tertuang dalam itinerary.

Travelling bukan tentang sejauh apa kita pergi, tapi tentang sebanyak apa pelajaran hidup yang kita dapat

 “Shabara Wicaksono”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar