Yeaaa,,, ketemu lagi dengan saya... Mari kita lanjutkan cerita yang tertunda ini. Ok, kali ini aku akan share ceritaku dibulan agustus tepatnya lagi bulan ramadhan.
Alhamdulillah, ramadhan datang lagi!! Tanpa terasa setahun sudah berlalu, dan tahu-tahu kita kembali diberi kesempatan untuk membersihkan dosa-dosa kita dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati indahnya ramadhan 1432H.
Alhamdulillah, ramadhan kali ini adalah ramadhan ke-4 yang aku jalani bareng suami, dan ramadhan ke-3 bareng Akhdan.
Gak ada perbedaan yang berarti antara ramadhan tahun ini dengan tahun yang lalu dalam ibadahku. Pengen banget ada peningkatan dalam ibadah sunnahnya, tapi hanya sebatas niat, realisasinya nihil. Ya Allah,, maafkan hambamu ini...
![]() |
| Akhdan lg maem sugar cheese cookies |
Perbedaan yang sangat jelas hanya dalam menyambut idul fitrinya saja. Why?? Karena setelah 3 tahun menikah baru tahun ini aku membuat kue lebaran sendiri. Biasanya kue tunjuk alias kue yang dibeli ditoko atau dipesan. Aku membuat beberapa kue kering seperti nastar, putri salju (ada 2 versi, salju mete dan salju original), sagu keju, lidah kucing, sugar cheese, dan kastengel.
Perbedaan berikutnya, ramadhan kali ini aku mencoba peruntunganku dalam hal berdagang. Yah,,menjual aneka kacang, ada kacang telur, kacang bogor, kacang atom, kacang arcis, kacang monyet, kuping gajah, dan coklat wafer. Produknya dari kakak ipar, aku hanya menjadi resellernya aja. Konsumennya tentu saja teman-teman kantor. Alhamdulillah laris manis,,, kalau gak salah hampir 100kg juga yang berhasil kujual. Lumayanlah, hasilnya buat nambah-nambah beli bahan kue... hehehe....
Tapi,, di ramadhan kali ini ada cerita yang membuat aku sedikit kecewa. Karena aku kehilangan pembantu, atau lebih tepatnya aku memecat pembantuku. Kalau sebelum2nya aku selalu ditinggalkan pembantu, tapi kali ini emang aku yang memutuskan hubungan kerjasama ini. *Duh,,, kejam amat bun???* Sebenarnya bukan kejam, aku juga gak tega sich untuk melakukan itu. Apalagi aku tahu Akhdan juga udah dekat ma pembantuku ini. Dia sudah bekerja enam bulan samaku. Tetapi, ada banyak alasan yang membuat aku mengambil keputusan ini, dan harus mengambil keputusan ini. Disinilah masalah baru mulai muncul. Masalah yang juga beberapa kali telah kualami sebelumnya yaituuuuuu **Tidak ada orang yang menjaga Akhdan**. Kalau masalah pekerjaan rumah mungkin aku bisa handle, tapi bagaimana dengan Akhdan??? Mudah2an ini keputusan yang tepat dan ke depannya kami bisa menemukan orang yang lebih baik lagi. Amin... *doa'ku pada saat itu*.
Untuk sementara aku meminta bantuan ibu dan adikku untuk menjaga Akhdan dirumah. Tiga bulan telah berlalu, tapi aku belum juga menemukan orang yang dapat menjaga Akhdan. Selain itu, aku juga ngerasa gak enak ngerepotin orang tua dan adikku terus kalau harus bolak balik medan - tebing tinggi. Ada sich wacana untuk menitipkan Akhdan dirumah neneknya sampai mendapatkan pembantu. Tapi, aku gak sanggup,, gak ngelihat Akhdan dalam 1 hari aja aku dah feeling blue banget, apalagi berhari-hari *bisa nangis bombay terus bundanya*. Kalau udah begini, pengeeennn banget jadi Full Time Mom. Jadi iri ngelihat ibu-ibu lain yang bisa menemani anaknya sepanjang hari. hikss... Nah,, inilah dilema ibu bekerja, disatu sisi aku gak pengen berhenti kerja karena aku ingin beribadah membantu finansial keluarga (walaupun bukan itu alasan utamanya)...disisi lain anak adalah titipan Allah yang tidak bisa diabaikan. Beruntunglah para ayah bunda yang masih tinggal sama orang tuanya, karena itu bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan...It's blessing...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar