AKU BUKAN PENULIS APALAGI SASTRAWAN, TAPI AKU HANYA INGIN BERCERITA

Rabu, 27 Oktober 2010

Balada Pembantu Rumah Tangga

Asisten / Pembantu Rumah Tangga (PRT) /pembokat /maid /babysitters dan suster, whatever their name, are important elements in the life of working moms . Tanpa mereka, rasanya susah untuk bisa survived. Bukannya manja, tapi buat para wanita bekerja, kehadiran pembantu rumah tangga atau baby sitter di rumah untuk menjaga anak selagi mereka kerja adalah suatu keharusan. Apalagi buat para working moms yang jauh dari orangtua, mertua atau tak punya orang untuk minta tolong dititipi/mengawasi anak. 

Kalau zaman orangtua kita dulu, kayaknya gampang banget dapetin pembantu rumah tangga yang penuh pengabdian, rajin, gak banyak cingcong, setia, dan mudah dipercaya. Beda dengan sekarang, belum lagi kita pekerjakan eh da banyak tingkahnya. Kita yang mau menggunakan jasa mereka, eh malah kita yg diinterview dulu sama mereka. "Kerjaanya apa aja? Ada mesin cuci gak? Anaknya berapa orang? Gajinya berapa? Boleh libur nggak? ” dan seterusnya. Bener-bener, bargaining position mereka sangat tinggi. 

Tapi hal itu bisa dimaklumi karna  sekarang ini seiring tingginya angka working moms, semakin tinggi pula demand untuk PRT. Jadi  mereka bisa jual mahal dan pilah-pilih. Bahkan tak jarang, udah tanya ini itu, udah deal dengan kita, kita jemput ke rumahnya nun jauh disana, eh baru kerja seminggu udah minta pulang alasannya gak betah. Mending seminggu ya,,, ada pengalaman teman yg pembantunya baru sampai dirumah malam hari,, eh malah besoknya minta pulang tanpa alasan yang jelas. Belum lagi pembantu sekarang banyak yg tukang bohong, katanya mau pulang kampung,, tau2nya dia da kerja ditempat lain..
Suka duka mencari PRT yang the best emang gampang2 susah, kayaknya hampir sama dengan mencari pekerjaan.wkwkwkw.... Apalagi kalau sudah sangat membutuhkan pembantu tapi tak kunjung dapat juga,, apa jadinya?? puussiinngggg.....

Topik inilah yang selalu menjadi bahasan emak2 dikantorku belakangan ini. Tiada hari tanpa obrolan mengenai pembantunya masing2,,, yaa termasuk aku sendiri.  Ada yang udah bolak balik ganti pembantu,, kalau dibukukan udah satu album katanya... hehehe... Ada juga yg betah ama pembantunya ampe' 7 tahun,,, tapi "betah" dalam artian tidak terbebas dari masalah2 yg bisa memicu PRTnya berhenti, tapi karna dia (temanku) merasa  butuh jasanya maka hal2 kecil atau besar yg sebenarnya merugikan dia diabaikan begitu saja, asal pembantunya tidak berhenti.

Dari obrolan kami, aku tertarik dengan  teman yg pembantunya udah satu album. ;) Koq bisa ya?? Aku pernah  baca artikel mengenai gonta ganti pembokat ini,  ternyata alasannya  macam2, berikut kesimpulan yg bisa aku ambil :

1. Nggak bener ngurusin kerjaan, terlebih mengasuh anak kita 
Banyak banget, para pembantu yang asal-asalan ngerjain pekerjaan rumah ketika ditinggal. Masih mending kalau hanya setrika kurang rapi atau baju yang terlambat dicuci dan seputar masalah Rumah Tangga lain. Tapi kalau sampai asal-asalan mengasuh anak.. ini dia yang perlu diwaspadai. Urusan Rumah Tangga boleh saja sedikit dikorbankan, tapi kalau anak? Mudah2an gak kita dapetin ya?? Berdasarkan fakta, anak teman ada yg trauma untuk pup gara2 pembantunya selalu marah kalau si anak pengen pup. Karna dia jijik untuk membersihkan pupnya, kalaupun terpaksa dibersihkan, dia menggunakan kakinya untuk menceboki  anaknya, sehingga sering kali dia memperingatkan si anak kalau pup tunggu mamanya pulang aja.

2. Menikah
Buat yang punya pembantu masih muda, tentunya untuk masalah satu ini cepat atau lambat akan terjadi. Yah, mau gimana lagi, meski sudah terlanjur klop dengan kita, kalau dia harus menikah dan meninggalkan profesinya, apa boleh buat

3. Tidak jujur
Kalau kurang beruntung, bisa jadi kita mendapat pembantu model begini. Suka mengambil barang atau uang milik kita diam-diam, bicara sering nggak jujur, mengada-ada. Kayaknya ini pengalaman pribadiku...hiks...

4. Terlalu seronok
Ternyata ada juga tipe pembantu yang kalau pakai baju nggak sesuai sama tempatnya. Selain bikin risih, malu juga kan kalau ada tamu sementara pembantu kita suka berbusana layaknya Inem Pelayan Seksi. Selama masih bisa di bicarakan dan kerjaanya oke, nggak ada masalah mempertahankannya, tapi kalau emang udah bener-bener kelewatan,,, ya udah berhentikan aja. Kalau berdasarkan pengalaman temanku,,, pembantunya punya kebiasaan kalau keluar kamar mandi selalu menggunakan handuk yg hanya menutupi belahan atas n bawahannya aja... Khan bahaya?? Memancing di air keruh namanya...

5.Bolak balik ijin nggak jelas
Kalau ijin pulang ke rumah pas weekend mungkin nggak masalah, tapi kalau bolak-balik, pas kita butuh di hari kerja, mana alasannya nggak jelas dan terkesan mengada-ada, pasti bikin repot kita juga...

6. Tiba2 berbadan dua
Ni masalah pembantu yg bikin pusing,,, ga tau siapa yg harus disalahkan dalam masalah ini? Kita yg kurang mengawasi dan memberi kebebasan yg berlebih atau dia yg emang keganjenan. 

7. Berhenti tanpa alasan
Katanya mau pulang kampung, rindu ama keluarga, tapi besok2nya gak balik2 lagi. Ini adalah salah satu modus alasan mengundurkan diri ala pembantu. Dan aku sangat tidak suka,,, karna kita ngambil dia awalnya baik2 tapi kenapa berakhir begini. Kenapa gak bilang terus terang aja mau berhenti, kita khan bisa prepare untuk cari pembantu lagi.(*emosi.com*)

Tapi ada juga orang yang nyaris setiap satu-dua bulan sekali cari pembantu baru. Wah... kenapa lagi nih? Selama nggak sering terjadi mungkin masih bisa ditolerir, tapi kalau tiap kali pembantu yang ada di tempat kita nggak bisa bertahan lebih dari satu-dua bulan dan kabur melulu, mungkin masalah ada pada kita. Bisa jadi kita ini tipe orang yang menurut pembantu :
1. Sukak ngatur
2. Judesnya minta ampun
3. Kelewat pelit
4. Suka menyalahkan pembantu

Tapi bagaimanapun pembantu kita,, mereka adalah orang yg harus dimanusiakan, mereka adalah orang yg datang untuk menjadi anggota keluarga kita. Jadi,,, perlakukan mereka dengan baik.
Mungkin, ada teman2 yang mau menambahkan atau berbagi pengalaman seputar Pembantu Rumah Tangganya? Silahkan dishare ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar