AKU BUKAN PENULIS APALAGI SASTRAWAN, TAPI AKU HANYA INGIN BERCERITA

Jumat, 29 Januari 2010

Menikah itu Proses

Dulu aku pernah baca sebuah artikel mengenai pernikahan, didalam artikel itu ditulis : "MENIKAH adalah proses pembelajaran". Tadinya aku sempat bertanya dalam hati, apa iya emang begitu?, n setelah aku menikah faktanya menyatakan that's true.

Dan di artikel lain aku juga pernah baca bahwa : “PERNIKAHAN adalah proses pembentukan ataupun pendewasaan. Setiap pasangan harus dapat menyangkal diri masing-masing. Menikah ibarat sekolah. Melalui pernikahan sifat-sifat kita dibentuk, istri yang harus tunduk yang artinya belajar menghargai kepemimpinan suami, dan suami harus belajar mengasihi istri.

MENIKAH itu bagiku adalah bersatunya dua pribadi dengan tingkat emosional yang berbeda dan penyesuaian sifat dan sikap dari dua orang yg merasa diri masing2 dewasa. Untuk itu perlu proses , yaa.. proses pembelajaran banyak hal, diantaranya belajar untuk meredam emosi, belajar untuk saling berbagi, belajar untuk mengurangi keegoisan diri (ini pelajaran yg paling sulit kurasa,,), belajar untuk bisa menerima kekurangan pasangan, belajar untuk lebih bertanggung jawab, belajar mengelola keuangan, belajar memasak (hhmm walaupun untuk yang satu ini aku belum bisa lulus2..), satu hal lagi yang sangat penting yaitu mempelajari bagaimana cara terus menerus memupuk pohon cinta kami agar tumbuh semakin indah sehingga rumah kami akan semakin hangat dan kami senantiasa berbahagia... Amin… n masih banyak pelajaran2 lain yg harus dipelajari. Dan kalo kureview ulang , setelah hampir satu setengah tahun pernikahan kami aku belum bisa mendapatkan predikat baik dari pelajaran2 tadi. Masih banyak kekuranganku, tapi aku janji aku akan berusaha untuk terus belajar semua itu. Bantuin Bunda ya yah…

MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.
Harus ada 'Komunikasi Dua Arah',
'Ada kerelaan mendengar kritik',
'Ada keikhlasan meminta maaf',
'Ada ketulusan melupakan kesalahan'
dan 'Keberanian untuk mengemukakan pendapat'

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan'.
Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan bukan persamaan.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya? Teorinya sih gampang, tapi prakteknya?Apa aku bisa?? Apa aku sanggup?? Bantu kami Ya Allah.. agar kami bisa lulus dalam sekolah ini. Amin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar